Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan mengingatkan bahwa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tidak sama dengan PTM sebelum masa pandemi covid-19.
Secara teknis, PTM terbatas dijalankan dengan prosedur protokol kesehatan yang ketat. Seperti, menerapkan 50% kapasitas kelas atau maksimal 18 anak per kelas. Lalu, menjaga jarak antar tempat duduk siswa dan tidak ada aktivitas yang menimbulkan kerumunan.
"Menjaga jarak antar tempat duduk siswa, tidak ada aktivitas yang menimbulkan kerumunan dan penerapan protokol kesehatan 3M di lingkungan sekolah," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam keterangan resmi, Sabtu (3/4).
Baca juga: SKB 4 Menteri, Semua Sekolah Wajib Mulai Tatap Muka
Menurutnya, pemerintah daerah (pemda) juga memiliki hak untuk menutup kembali sekolah. Dalam hal ini, jika kasus infeksi covid-19 di daerah tersebut mengalami peningkatan. Hal ini juga berlaku saat pemda menemukan laporan kasus covid-19 di lingkungan sekolah.
"Jadi, kita harus tetap siaga. Jika terjadi infeksi di dalam lingkungan sekolah, sekolah diwajibkan untuk ditutup sementara,” imbuh Nadiem.
Nadiem turut mendorong pemda untuk berperan aktif memprioritaskan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan di daerahnya. Begitu juga dengan fleksibilitas penuh atas dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi sekolah.
"Dana BOS dapat dialokasikan untuk melengkapi keperluan sekolah yang berkaitan dengan protokol kesehatan. Seperti masker, sabun cuci tangan, tes covid-19 secara berkala, layanan antar jemput, dan berbagai kelengkapan penunjang lainnya," paparnya.
Baca juga: Satgas: Vaksin Merah Putih Wujudkan Kemandirian Bangsa
Nadiem mengimbau sekolah yang guru dan tenaga kependidikannya sudah mendapatkan vaksinasi secara lengkap, agar segera memberikan opsi PTM terbatas. Tidak perlu menanti sampai tahun ajaran baru dimulai. Namun, orang tua tetap berperan penting dan berhak memutuskan anaknya untuk melakukan PTM terbatas atau tidak.
"Yang tidak boleh dipaksa adalah orang tua. Karena orang tua bebas memilih anaknya untuk ikut PTM terbatas, atau tetap melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di rumah,” tukas Nadiem.
Sebelumnya, melalui Surat Keputusan Bersama Empat Menteri, pemerintah mendorong akselerasi PTM terbatas. Pemerintah juga melakukan sejumlah persiapan untuk menyambut implementasi PTB terbatas di masa pandemi. Diantaranya, akselerasi vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan, yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.(OL-11)
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Kemendikdasmen memandang bahwa keberlangsungan pembelajaran tatap muka merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas layanan publik di bidang pendidikan.
WAKIL Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menghargai langkah pemerintah yang menegaskan bahwa kebijakan efisiensi energi tidak akan mengganggu proses sekolah tatap muka.
KPAI MENYOAL keputusan pemerintah untuk melaksanakan kegiatan sekolah tatap muka di tengah krisis global butuh kesiapan
Sekolah Citra Kasih, Citra Garden Jakarta menggelar kegiatan open house
Kurikulum Singapura memang sedang menjadi tren belakangan ini, mengusung konsep edukasi sejak dini dengan menanamkan pemahaman bahwa sekolah adalah rumah.
"Dukungan ini misalnya dengan memberikan lebih banyak ruang bermain bersama teman, berolahraga, dan mengembangkan bakatnya.“
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved