Kamis 25 Maret 2021, 18:52 WIB

Dampak La Nina, 58% Zona Musim Terlambat Masuk Kemarau

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Dampak La Nina, 58% Zona Musim Terlambat Masuk Kemarau

Antara
Ilustrasi warga mengambil air dari lubang buatan di wilayah Grobogan, Jawa Tengah.

 

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperediksi musim kemarau tahun ini dimulai pada April, yang menyasar 22,8% Zona Musim (ZOM). Itu mencakup beberapa zona musim di Nusa Tenggara, Bali dan sebagian Jawa.

"BMKG memprediksi peralihan angin monsun akan terjadi pada akhir Maret 2021. Setelah itu, monsun Australia akan mulai aktif. Karena itu, musim kemarau 2021 diprediksi mulai terjadi pada April," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kamis (25/3).

Dia menjelaskan bahwa periode April sampai Mei merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau (masa pancaroba). Walau sejumlah daerah mulai memasuki musim kemarau, namun tidak serentak.

Baca juga: Mulai Kemarau, BMKG Minta Daerah Waspadai Karhutla

Hasil pemantauan terhadap anomali iklim global menunjukkan kondisi La Nina diprediksi masih terus berlangsung hingga Mei, dengan intensitas melemah. Sedangkan pemantauan kondisi Indian Ocean Dipole Mode (IOD), diprediksi netral hingga September.

Kedatangan musim kemarau umumnya terkait erat dengan peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia). BMKG memprediksi peralihan angin monsun akan terjadi pada akhir Maret. Setelahnya, monsun Australia akan mulai aktif.

Deputi Bidang Klimatologi Herizal menjelaskan dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 22.8% diprediksi mengawali musim kemarau pada April, yaitu beberapa zona musim di Nusa Tenggara, Bali dan sebagian Jawa.

Baca juga: Kementan: 85 Kabupaten Alami Penurunan Harga Gabah

Kemudian 30,4% wilayah akan memasuki Musim Kemarau pada Mei. Itu mencakup sebagian Nusa Tenggara, sebagian Bali, Jawa, Sumatera, sebagian Sulawesi dan sebagian Papua.

Sementara itu, sebanyak 27,5% wilayah akan memasuki Musim Kemarau pada Juni. Dalam hal ini, meliputi sebagian Sumatera, Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian kecil Maluku, dan Papua.

Periode April–Mei merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau perlunya mewaspadai potensi hujan lebat dengan durasi singkat, angin kencang, puting beliung dan potensi hujan es.(OL-11)


 

Baca Juga

Dok Pribadi

Saleh Husin Berbagai Pengalaman Nongkrong di Emperan Kantor

👤Mediaindinesia.com 🕔Jumat 14 Mei 2021, 17:31 WIB
Peristiwa yang terjadi pada 6 Desember 2014 itu akibat helikopter yang ditumpanginya terpaksa harus melakukan pendaratan...
Dok. PCINU Inggris Raya

Nahdliyyin Inggris Salurkan Zakat untuk Penyandang Disabilitas

👤Humaniora 🕔Jumat 14 Mei 2021, 17:17 WIB
PCINU United Kingdom bersama NUCare Lazisnu Inggris Raya menyalurkan zakat dan bantuan untuk warga penyandang difabel serta panti...
MI/ Insi Nantika Jelita

Arsjad Apresiasi Perjuangan Perawat Hadang Laju Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 14 Mei 2021, 17:09 WIB
Hal itu disampaikan Arsjad dalam momentum Hari Perawat Sedunia yang diperingati setiap 12...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya