Senin 22 Maret 2021, 04:36 WIB

Dunia Usaha Diajak Respons Positif PPKM Mikro

Budi Ernanto | Humaniora
Dunia Usaha Diajak Respons Positif PPKM Mikro

ANTARA/YULIUS SATRIA WIJAYA
Suasana lengang tol Jagorawi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021). Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM Mikro.

 

PEMERINTAH memperpanjang dan memperluas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro mulai 23 Maret hingga 5 April 2021. Anggota DPR Darul Siska berharap semua kalangan mendukung kebijakan tersebut.

Darul yang juga merupakan anggota Komisi IX DPR itu, mengatakan PPKM mikro cukup berhasil menekan angka positivity rate covid-19. Karena itu, dia mengajak semua pihak, termasuk dunia usaha, agar merespons positif perpanjangan dan perluasan PPKM mikro.

"Dunia usaha seyogianya harus mendukung kebijakan tersebut, karena pemulihan ekonomi tidak mungkin terjadi jika masalah pandemi tidak berhasil diatasi," kata Darul akhir pekan lalu.

Darul yakin kasus positif covid-19 bisa ditekan dengan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan yang ketat, dan PPKM mikro. "Mutasi virus baru juga harus dipantau untuk memastikan bahwa vaksin yang tersedia mampu untuk menangkal virus yang bermutasi," ujar Darul.

Sedangkan anggota Komisi IX DPR Muchamad Nabil Haroen menilai selama ini pemerintah terus mengevaluasi program penanganan pandemi, sekaligus memastikan tereksekusinya program-program yang tepat. Dalam menerapkan PPKM mikro, kata Nabil, pemerintah melibatkan pendekatan sosial.

"Artinya, ada kebijakan dari pemerintah, ada juga pemanfaatan atau memaksimalkan inovasi dari warga," kata dia.

Baca juga: PPKM Mikro Dilanjutkan, Pemerintah Ingin Kasus Positif Rendah

Nabil menambahkan, dalam konteks pendekatan sosial, pemerintah menggandeng warga NU, Muhammadiyah, pesantren serta ormas sosial yang punya komitmen kuat untuk Indonesia. Dalam hal vaksinasi, pemerintah serius menggandeng ormas-ormas untuk memperlancar proses.

"Jelas sekali PPKM mikro berpengaruh pada penurunan covid-19. Tapi, jangan lupa juga ada faktor-faktor lain, misal semakin banyaknya warga yang sadar kesehatan, pakai masker, menaati protokol kesehatan, dan hal-hal lain yang membantu penanganan pandemi," kata Nabil.

Dirinya berpendapat, semua pihak harus terus bekerja sama dan saling menguatkan. Menurut dia, dunia usaha perlu membangun strategi khusus agar bertahan, berdamai dengan situasi ini, sekaligus berusaha bangkit. Nabil mengakui kebijakan pemerintah memang tidak bisa menyenangkan semua pihak, tapi risiko itu harus diambil agar krisis kesehatan bisa diatasi.

"Kombinasi PPKM mikro dan vaksinasi serta dukungan warga agar tetap patuh protokol kesehatan menjadi penting untuk pemulihan dari pandemi," kata Nabil. (R-3)

Baca Juga

ACT/ Ilustrasi

Kemensos Cabut Izin Pengumpulan Uang dan Barang ACT

👤 M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 06 Juli 2022, 11:00 WIB
Bahwa pemerintah responsif terhadap hal-hal yang sudah meresahkan masyarakat dan selanjutnya akan melakukan penyisiran terhadap izin-izin...
MI/HO

WMA Tegaskan IDI Satu-Satunya Organisasi Dokter di Indonesia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 06 Juli 2022, 10:50 WIB
"Bagi kami di WMA, keberadaan organisasi profesi juga haruslah tunggal karena menyangkut standarisasi etik kedokteran demi keselamatan...
MI/RAMADANI

Berdaulat Mengelola Kesehatan, BRIN Jembatani Periset dengan Industri Kesehatan

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 06 Juli 2022, 10:36 WIB
Selama dua tahun pandemi Covid-19 melanda dunia, banyak mengajarkan masalah fundamental yang ada di negara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya