Rabu 17 Maret 2021, 12:25 WIB

Pandemi, Penggunaan Obat Herbal Sakit Kepala Meningkat

mediaindonesia.com | Humaniora
Pandemi, Penggunaan Obat Herbal Sakit Kepala Meningkat

MI
Ilustrasi sakit kepala.

 

MENJAGA kesehatan dan kondisi tubuh menjadi kunci penting dalam menghadapi masa pandemi covid-19 yang masih melanda hingga saat ini. Faktanya, era kenormalan baru saat ini berdampak besar pada perubahan cara bekerja, bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya.

Selama masa pandemi, tidak terelakkan lagi bahwa tubuh manusia mengalami banyak proses adaptasi. Misalnya, masyarakat saat ini banyak menghabiskan waktu di dalam rumah dan terus menerus menatap layar. Aktivitas bekerja dari rumah bagi sebagian besar orang juga memicu rasa lelah akibat panjangnya waktu bekerja, dan minimnya aktivitas fisik seperti berolahraga.

Kondisi-kondisi di atas kerap berdampak pada masalah kesehatan. Salah satunya yang sering mendera saat menurunnya kondisi tubuh ialah serangan pusing atau sakit kepala.
    
Data terbaru dari Departement Physical Medicine, Rehabilitation and Neurosurgery, Johns Hopkins University School of Medicine di 2020  mengungkapkan bahwa menurut para spesialis sakit kepala, banyak pasien telah melaporkan gejala sakit kepala yang memburuk sepanjang tahun lalu.

Diyakini sebagian besar hal ini dipicu oleh perubahan rutinitas harian masyarakat akibat kondisi pandemi covid-19 dan dampaknya yang memicu rasa stres dan cemas. Namun, seiring dengan adaptasi kenormalan baru, menjaga kondisi kesehatan tubuh kini seharusnya menjadi perhatian utama yang tidak bisa ditawar lagi. Penyakit yang terlihat ringan seperti sakit kepala dapat menjadi hal yang serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Menurut artikel yang baru-baru ini diterbitkan NutritionInsight, terdapat peningkatan permintaan akan obat-obatan dengan kandungan herbal selama masa pandemi. Selain terbuat dari bahan-bahan alami, obat-obatan herbal kini juga dipilih oleh masyarakat sebagai alternatif gaya hidup yang lebih sehat.

Melihat urgensi perubahan gaya hidup masyarakat saat ini, sebagai ahlinya sakit kepala sejak 1970, bodrex kini menghadirkan inovasi produk terbarunya, yaitu bodrex Herbal Sakit Kepala.


Baca juga: Menkes Sebut Antibodi Terbentuk 28 Hari Usai Vaksin Dosis Kedua


"Selama 50 tahun bodrex sudah dipercaya sebagai ahlinya atasi sakit kepala. Diproduksi oleh PT Tempo Scan Pacific Tbk (Tempo Scan) yang juga telah berpengalaman selama 67 tahun sebagai produsen farmasi di Indonesia, bodrex terus berinovasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat," ujar Audrey Yolanda Gandadjaja, General Manager Brand Communication & Content–Analgesic, Cough & Cold, and Herbal Products PT Tempo Scan Pacific Tbk, dalam keterangannya, Rabu (17/3).

Audrey menambahkan, pihaknya melihat potensi masyarakat Indonesia yang semakin kritis untuk memilih produk, terutama mereka yang selalu mencari produk yang berkualitas dari bahan herbal alami. Untuk itu, bodrex memperkenalkan varian terbarunya, Herbal Sakit Kepala Sachet sebagai obat herbal dalam kemasan sachet pertama di Indonesia pada kategori sakit kepala.

"Kami ingin menangkap potensi serta mengakomodasi permintaan masyarakat akan kebutuhan obat-obatan herbal, terutama dalam bentuk yang lebih praktis. Mengandung 100% herbal, bodrex Herbal Sakit Kepala Sachet telah terbukti efektif meredakan sakit kepala yang formulanya telah didukung dengan hasil studi ilmiah," imbuhnya.

Bodrex Herbal Sakit Kepala Sachet merupakan pertolongan pertama pada pusing (sakit kepala) dalam bentuk sirup cair herbal pertama di Indonesia yang terbuat dari bahan-bahan alami yang sudah terbukti secara ilmiah, seperti feverfew yang mengandung manfaat antiinflamasi untuk mengatasi sakit kepala, kandungan willow nark sebagai analgesik, antioksidan, dan penurun panas, serta manfaat ekstrak guarana untuk meredakan nyeri ringan.

Tidak hanya terbuat dari 100% bahan herbal dari alam yang efektif meredakan sakit kepala, bodrex Herbal Sakit Kepala Sachet telah memiliki sertifikasi sebagai obat herbal terstandar (OHT) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), yang keamanan dan khasiatnya telah terstandardisasi, teruji ilmiah, dan tesertifikasi halal. (RO/S-2)

Baca Juga

AFP

Jemaah Terpapar Covid, Kemenag Akan Evaluasi Penyelenggaraan Umrah

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Selasa 25 Januari 2022, 15:35 WIB
Fase pertama yakni perwakilan tim aju, dari 25 orang yang berangkat, 11 (44%) orang dinyatakan positif serta fase kedua yakni dari 411...
ANTARA FOTO/Galih Pradipta

LLDikti Wilayah III Jakarta dan Universitas Gunadarma Gelar Vaksinasi Booster

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 14:31 WIB
Akselerasi program vaksinasi terus dilakukan oleh pemerintah. Selain itu juga, masyarakat harus waspada dengan terus disiplin menerapkan...
dok.humas

HGN 2022: Bulog Salurkan 6 Ton Beras Bervitamin ke Jabodetabek dan Jateng

👤Muhammad Fauzi 🕔Selasa 25 Januari 2022, 13:46 WIB
DALAM rangka peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) tahun 2022, Perum BULOG menyalurkan beras fortivit sebanyak 6 ton ke 12 yayasan di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya