Rabu 17 Maret 2021, 06:00 WIB

Penurunan Deforestasi Capai 75,03 % di Periode 2019-2020

Atalya Puspa | Humaniora
Penurunan Deforestasi Capai 75,03 % di Periode 2019-2020

Ist
Upacara Peringatan Hari Bakti Rimbawan, di Plasa Sujono Suryo Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (16/3).

 

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya  memberikan apresiasi kepada para Rimbawan atas pencapaian penurunan deforestasi hingga 75,03 % di periode 2019-2020, seluas 115,46 ribu ha. Capaian tersebut merupakan deforestasi dengan angka terendah sepanjang sejarah.

Selain itu, Menteri Siti Nurbaya juga memberi apresiasi atas kerja keras dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hutan sosial, pekerjaan pemulihan lingkungan dengan penanaman pohon, dan mangrove secara luas, dan rehabilitasi gambut. 

“Upaya-upaya lain yang patut diapresiasi di antaranya perlindungan dan patroli hutan kawasan konservasi, penyelamatan satwa liar dan keanekaragaman hayati, usaha hutan lestari, dan penegakan hukum,” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya.

Penyataan Menteri LHK tersebut disampaikan saat memberikan sambutan saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Bakti Rimbawan, di Plasa Sujono Suryo Manggala Wanabakti, Jakarta,  Selasa  (16/3).

Pada tahun 2021, peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-38 mengambil tema “Terus Berbakti di Tengah Pandemi untuk Lingkungan dan Hutan Lestari”.

Selain itu, Menteri Siti juga mengapresiasi kerja-kerja preparasi kebijakan, peningkatan SDM, pengawasan dan inovasi serta penelitian murni dan kerja laboratorium.

Yang tidak kalah penting, menurut Mentri lHK, peran policy advice untuk menjawab berbagai persoalan yang ada di lapangan. Demikian pula dalam diplomasi internasional, menyangkut upaya-upaya sektor kehutanan dalam pengendalian perubahan iklim.

"Saya tahu persis, bukan pekerjaan yang mudah, dengan tantangan yang sangat berat, pada semua bidang-bidang tugas tersebut," ungkapnya.

Puncak acara Hari Bakti Rimbawan dilaksanakan upacara bendera secara hibrid di Plaza Manggala Wanabhakti dan seluruh kantor UPT se-Indonesia. Setehah itu, dilanjutkan dengan resepsi  bersama rimbawan dari segmen pemerintah, praktisi, aktivis, komunitas, dan dunia usaha.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Siti meminta konsolidasi rimbawan Indonesia untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Saya ingin mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada para Rimbawan yang telah memberikan kinerja yang baik selama masa pandemi Covid-19, dalam mendukung pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan yang berkelanjutan," kata Menteri Siti dalam sambutannya.

Jajaran KLHK siap hadapi perubahan

Lebih lanjut  Menteri Siti menegaskan, ke depan  tugas yang dihadapi tidak akan berkurang dan akan juga lebih besar tantangannya. Menteri Siti menekankan seluruh jajaran di KLHK harus siap menghadapi setiap perubahan yang terjadi.

"Saya mengajak kita semua mencermati dengan sebaik-baiknya, melakukan internalisasi, dan terus mempersiapkan berbagai instrumen kebijakan, dan instrumen kerja, termasuk membuat personil KLHK lebih well-equiped, lebih melengkapi diri dengan segala pengetahuan, dan pemahaman kerja, serta skill lapangan yang memenuhi standar, untuk memenuhi kebutuhan panggilan tugas," katanya.

Beberapa kegiatan yang masih terus memerlukan perhatian di tahun 2021 antara lain pemantapan perhutanan sosial, dan pemulihan lingkungan secara sistematis, masif, meluas, dan melembaga. Kemudian, peningkatan penanganan bio-diversity dan kawasan konservasi secara keseluruhan. 

Selanjutnya, peningkatan produktivitas dunia usaha dengan sistem multi usaha, dan modernisasi kerja birokrasi dengan sistem dan penyederhanaan perijznan berusaha. Berikutnya, membangun penataan kawasan hutan, dan membangun kesadaran bersama bahwa hutan dan lingkungan sangat penting untuk produktivitas bangsa dan untuk kesejahteraan masyarakat. 

Turut hadir pada Upacara Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-38, Wakil Menteri LHK Alue Dohong, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, serta ASN lingkup KLHK secara terbatas dan menerapkan protokol kesehatan ketat. 

Pada kesempatan tersebut, Menteri Siti juga menyematkan langsung Penghargaan Satyalancana Wira Karya kepada 10 orang, atas jasa  dalam memberikan darmabaktinya yang besar kepada negara dan bangsa Indonesia, sehingga dapat dijadikan teladan bagi orang lain. (RO/OL-09)

 

Baca Juga

ANTARA.

BMKG: Waspada Banjir Rob di Pesisir Jakarta di 18-22 Desember

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 08 Desember 2021, 16:46 WIB
Hal ini diakibatkan oleh adanya cuaca ekstrem, pengaruh la nina, monsun Asia yang mengakibatkan curah hujan semakin...
DOK KEMENSOS

Usai Dampingi Presiden, Mensos Saksikan Pencairan Bansos PKH dan BPNT 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 16:16 WIB
Mensos juga berpesan agar bantuan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. "Tidak boleh untuk membeli rokok atau minuman keras," kata...
FOTO/Istana Kepresidenan

Presiden: Aktivitas Pertambangan Merusak Lingkungan

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 08 Desember 2021, 15:08 WIB
Jokowi mengungkapkan aktivitas pertambangan menjadi salah satu pemicu utama kerusakan lingkungan di Kabupaten Sintang, Kalimantan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya