Selasa 09 Maret 2021, 11:50 WIB

Kemendikbud: Agama dan Pancasila Tetap Ada Dalam Peta Jalan

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Kemendikbud: Agama dan Pancasila Tetap Ada Dalam Peta Jalan

ANTARA/ IRWANSYAH PUTRA
Siswa kelas VI SD mengikuti seleksi untuk masuk kelas VII SMP unggulan di SMP 19 Percontohan, Banda Aceh, Aceh, Rabu (29/1/2020)

 

Pada Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 tercantum tujuan membangun profil Pelajar Pancasila sebagai SDM Unggul. Diantara profil tersebut adalah pelajar yang 'beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia'.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbud, Hendarman di Jakarta, Rabu (9/3) menyebutkan, pengembangan SDM unggul harus bersifat holistik dan tidak terfokus kepada kemampuan kognitif saja. Selain kompetensi abad 21, Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 dirancang agar ekosistem pendidikan mampu menghasilkan anak-anak Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.

Baca juga: Frase Agama Perlu Ditegaskan Ulang Dengan Takaran Seimbang

“Agama sangat esensial bagi kita, bangsa Indonesia dan karenanya kami refleksikan pada profil Pelajar Pancasila. Kemendikbud tidak pernah berencana menghilangkan pelajaran agama. Pelajaran agama akan tetap ada,” tegas Hendarman yang juga Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka).Kemendikbud.

Menanggapi dokumen Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 yang beredar di tengah masyarakat, Hendarman mengakui  sejauh ini, hanya ada satu rancangan atau draf Peta Jalan Pendidikan yang sudah pernah dibuat dan dokumen tersebut bukanlah dokumen final.

”Dapat dilihat pada keterangan di setiap halaman bahwa dokumen tersebut masih berupa draf. Substansinya belum lengkap, sehingga tidak dapat dikatakan dokumen final,” terang Hendarman.

Melanjutkan penjelasannya, Hendarman menyebutkan Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 mulai disusun atas masukan yang sangat positif dari Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Dalam perjalanannya, Kemendikbud telah bertemu dan meminta masukan kepada lebih dari 60 pihak, yakni organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, asosiasi profesi, institusi pendidikan, organisasi multilateral, dan lain sebagainya,” ungkap dia.

Hendarman menambahkan, saat ini status Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 masih berupa rancangan yang terus disempurnakan dengan mendengar dan menampung masukan serta kritik membangun dari berbagai pihak.

Kemendikbud mendengarkan dan menindaklanjuti kritik yang membangun. “Semua masukan yang sangat baik, termasuk penambahan kata-kata ‘agama’ secara eksplisit akan dipertimbangkan termuat pada pengembangan Peta Jalan Pendidikan selanjutnya,” ujar Hendarman.

Hendarman menegaskan Kemendikbud menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas atensi berbagai kalangan demi penyempurnaan Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 ini dan akan terus menyampaikan perkembangan terkait penyusunannya.

Baca Juga

MI/LILIK DARMAWAN

Warga Boleh Tarawih di Masjid, Gubernur Banten: Biar Covid Cabut

👤Hendrik Simorangkir 🕔Senin 12 April 2021, 14:05 WIB
Pelaksanaan salat tarawih hingga salat Idul Fitri harus tetap menerapkan protokol kesehatan...
MI/Rudi Kurniawansyah

BMKG Pantau Tujuh Titik Panas di Sumatra Utara

👤Humaniora 🕔Senin 12 April 2021, 13:45 WIB
Titik panas terpantau di Kabupaten Batubara satu titik, Dairi satu titik, Padanglawas satu titik dan Kabupaten Toba empat...
ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA

513 Sukarelawan Bantu Penanganan Darurat Bencana NTT

👤Atalya Puspa 🕔Senin 12 April 2021, 13:20 WIB
Data BNPB pada Minggu (11/4), pukul 23.00 WIB, mencatat total korban meninggal dunia sebanyak 177 orang di Provinsi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya