Sabtu 27 Februari 2021, 11:48 WIB

Siap Bangun Fasilitas Daur Ulang di Desa Bangun, Mojokerto, Jatim

mediaindonesia.com | Humaniora
Siap Bangun Fasilitas Daur Ulang di Desa Bangun, Mojokerto, Jatim

Ist
Menteri LHK Siti Nubarya melakukan kunjungan kerja ke Desa Bangun di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim),

 

MASYARAKAT Desa Bangun di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), telah lama mencari penghasilan dari mengolah sampah impor. Kini mereka tidak perlu lagi mencari sampah impor sebagai sumber mata pencaharian.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Pemerintah Provinsi Jatim dan Pemda Mojokerto serta akademisi Universitas Airlangga (Unair) dan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) menyiapkan solusi bagi masyarakat Desa Bangun..

Setelah sempat menjadi sorotan pada lebih dari setahun lalu, secara fisik lokasi permukiman warga Desa Bangun, sudah jauh lebih bersih karena masyarakat sudah tidak lagi melakukan pilah sampah sisa impor dari pabrik kertas.

Dalam kunjungan kerja ke Desa Bangun bersama Plt Bupati dan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah B3 (PSLB3), Rosa Vivien Ratnawati pada Jumat (26/2), Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan bahwa masyarakat Desa Bangun tetap memerlukan akses untuk kesejahteraannya.

Oleh karena itu, Siti Nurbaya menegaskan bahwa pemerintah segera membantu fasilitasi dan mendorong langkah-langkah agar masyarakat tetap produktif.

"Hari ini (Jumat/26/2)) saya sudah melihat kondisinya di lapangan. KLHK segera konsolidasikan langkah-langkah yang bisa dilakukan, khususnya di bidang LHK. Akan terus kita intensifkan, agar masyarakat dapat bangkit perekonomiannya," ujar Menteri Siti.

Menteri Siti  menegaskan, beberapa langkah yang secara nyata bisa dilakukan segera adalah menyiapkan fasilitas pusat daur ulang yang akan menyerap tenaga kerja. Juga menyiapkan masyarakat membangun bank sampah bagi sekitar 800-1000 kepala keluarga (KK).

“Saya minta Dirjen kaji bersama akademisi mungkin perlu dibangun sebanyak tiga sampai dengan  empat  unit bank sampah.  Juga budidaya magot. Dan segera saja minggu depan Bu Dirjen bicara dengan Pak Kades untuk bisa menyertakan pelatihan virtual yang akan dilaksanakan minggu depan. Kita harus bekerja cepat  untuk masyarakat, sesuai arahan Bapak Presiden, “ tutur Menteri Siti.

Terkait hal tersebut, Pemerintah Daerah khususnya Desa Bangun menyambut baik dan mendukung langkah-langkah yang akan diambil. Kepala Desa Bangun, Dedik Isharianto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan lahan tanah bengkok desa untuk pengembangan kegiatan produktif masyarakat.

Dedik menyampaikan di wilayahnya hanya pengepul yang masih beroperasi sampah dari lokal, sebanyak enam pengepul sampah plastik dan tiga pengepul kertas dan kardus.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Siti mengatakan kebijakan Presiden Joko Widodo untuk kesejahteraan masyarakat semakin kuat dan jelas, melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Ia menegaskan kegiatan masyarakat dimudahkan termassuk  pendirian koperasi dan  tidak hanya untuk dunia usaha. Pemerintah juga mempunyai kebijakan khusus untuk pembangunan desa.

"Dari Desa Bangun ini, kita dapat memetik pelajaran yang menguatkan kebijakan nasional bahwa sampah harus menjadi bahan baku yang bernilai," kata Menteri Siti. (RO/OL-09)

Baca Juga

Setwapres

Wapres Dorong NU Terdepan Atasi Persoalan Sosial

👤Ant 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:49 WIB
Ma'ruf Amin menjelaskan saat ini umat tengah dihadapkan pada perkembangan teknologi informasi yang memiliki dua...
Dok. Universitas Pancasila

Gandeng Universitas Cenderawasih, Universitas Pancasila Jalin Kolaborasi di Bidang Olahraga dan Akademik 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:45 WIB
Adanya kolaborasi ini memberi kesempatan kepada kedua kampus untuk bisa melakukan pertukaran mahasiswa dan...
Dok. Kalbis Institute

Kalbis Institute Luncurkan Program Management in Family Bussiness 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Oktober 2021, 23:36 WIB
Program itu bertujuan untuk bisa menjadi jembatan bagi seluruh mahsiswa agar bisa melanjutkan serta mengembangkan usaha yang telah dirintis...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya