Senin 22 Februari 2021, 01:18 WIB

Literasi Digital Tenaga Pendidik dan Anak Didik Harus Ditingkatkan

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Literasi Digital Tenaga Pendidik dan Anak Didik Harus Ditingkatkan

Ilustrasi
Ilustrasi literasi digital

 

DI era digital saat ini, para guru dan murid dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi, terutama di masa pandemi saat kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah. Literasi digital antara tenaga pendidik dan anak didik harus dikembangkan, karena guru kini harus memiliki kemampuan menyajikan materi yang baru secara digital, agar peserta didik tidak cepat bosan.

Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) Ahli Muda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nur Fitriana menjelaskan, ada beberapa layanan penunjang literasi dan pembelajaran digital yang dimiliki dan diawasi oleh Kemendikbud seperti portal Rumah Belajar, Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia atau AKSI Sekolah, Setara Daring, SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah), dan TV Edukasi.

Menurutnya, guru dan orang tua murid harus punya referensi konten-konten yang tepat untuk putra-putri dan siswa-siswinya, tanpa ada iklan-iklan yang tidak pantas untuk diakses oleh anak-anak. Menurutnya, literasi digital yang baik bukan berarti semua diserahkan kepada anak.

“Menjadi independent learner atau pembelajar mandiri itu penting, tetapi tidak serta merta kita biarkan begitu saja, tetap kita melakukan komunikasi, interaksi, attachment antara orang tua dan murid, itulah yang kita optimalkan. Jadi referensi-referensi inilah yang Kominfo dan Kemendikbud terus berupaya untuk memberikan layanan-layanan terbaik, khususnya di dunia pendidikan,” ujarnya dalam webinar Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Kemendikbud dan Siberkreasi. 

Praktisi Literasi Digital Eko Indrajit mengatakan, hampir semua materi pembelajaran sudah bisa ditemukan di internet, bahkan kampus-kampus dan sekolah-sekolah terkemuka dunia membuka semua materi ajarnya di internet. Oleh karena itu menurutnya, kita harus berpindah dari content-based education menuju outcome-based education.

“Jadi kalau kita masih mengajar dengan cara memberikan materi yang sudah ada di internet, maka kita membuang waktu untuk abad saat ini,” jelasnya.

Baca juga : 25.539 Mahasiswa Daftar Program Kampus Mengajar Kemendikbud

Untuk menjawab permasalahan tersebut, Ia mengeluarkan sebuah istilah yang disebut dengan Cyber Pedagogy, yaitu bagaimana mengajar, sharing, dan membentuk pribadi dengan cara memanfaatkan teknologi digital, internet dan siber. 

“Dan untuk membuat ini berhasil, semua pihak harus memiliki digital literacy, baik guru, siswa, orang tua, maupun pihak-pihak masyarakat yang ada di sekitarnya,” ujar Eko.

Dosen dan Relawan TIK, Mihram Rahman mengatakan, kreativitas adalah salah satu hal yang penting untuk memunculkan kemenarikan pada saat tenaga pendidik menyampaikan materi. Ia mencontohkan dengan mencoba mengganti posisi handphone menjadi landscape, atau mencari lokasi yang bagus ketika melakukan face to face online learning.

“Karena dengan menciptakan kemenarikan bisa mendapatkan hasil belajar yang maksimal,” ujarnya.

Kreator Konten, Wahyu Aditya menjelaskan, dalam hal pembuatan sebuah konten dibutuhkan pengetahuan tentang storytelling dan desain. Menurutnya, storytelling sangat efektif dalam menyampaikan pesan-pesan yang akan diceritakan, sedangkan desain dapat menciptakan perilaku seperti kecanduan, kegembiraan, dan keterlibatan.

“Kita harus belajar bagaimana memiliki kemampuan untuk meminjam lensa seorang desainer, karena itu adalah kunci pendidikan literasi digital di zaman sekarang ini,” ucapnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

Dok  Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia.

YPJI Galang Donasi via Live Streaming untuk Korban Banjir

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 17:26 WIB
Berawal dari upaya kepedulian terhadap korban bencana alam belakangan ini, Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI)  menggelar...
AFP/CHRISTOPHE ARCHAMBAULT

Epidemiolog Prediksi Strain Baru di Indonesia Sejak Awal 2021

👤Suryani Wandari 🕔Selasa 02 Maret 2021, 17:15 WIB
"Sangat penting untuk Indonesia bersiap dengan munculnya strain UK atau South Africa, di samping perlu dicegah potensi strain baru...
businessinsider.com

Pengendalian Covid-19 Dasar Memperkuat Sistem Kesehatan Nasional

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 17:10 WIB
Menurut Lestari, penyesuaian yang harus disegerakan agar penyebaran Covid-19 di tanah air segera terkendali adalah dalam bentuk penguatan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya