Jumat 19 Februari 2021, 14:25 WIB

Waspadai Gelombang Tinggi Lebih 6 Meter di Perairan Indonesia

Atalya Puspa | Humaniora
Waspadai Gelombang Tinggi Lebih 6 Meter di Perairan Indonesia

ANTARA/ Dedhez Anggara
TUNDA MELAUT: Perahu nelayan lego jangkar di sekitar perairan Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, karena gelombang tinggi.

 

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini potensi gelombang tinggi untuk dua hari ke depan (19-20 Februari 2021) yang akan terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia. BMKG minta masyarakat terutama yang tinggal di wilayah pesisir untuk mewaspadai adanya gelombang tinggi hingga lebih dari 6 meter di perairan Indonesia.

Dijelaskan, terdapat sistem tekanan rendah 1002 hPa di Samudra Pasifik timur Filipina yang berpengaruh pada ketinggian gelombang di perairan Kepulauan Sangihe - Kep. Talaud, perairan utara Halmahera dan Samudera Pasifik utara Halmahera.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat - utara dengan kecepatan berkisar 5 - 30 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat daya - barat laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, perairan Kepulauan Talaud, Samudra Pasifik utara Halmahera. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," kata Kepala Bagian Humas BMKG Akhmad Taufan Maulana dalam keterangan resmi, Jumat (19/2).

Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti perairan barat Aceh-Pulau Simeulue, Laut Sawu dan Selat Ombai, perairan utara Sulawesi Utara, Laut Seram, perairan selatan Pulau Buru-Pulau Seram, perairan selatan Kaimana-Amamapre-Agats, serta Teluk Cendrawasih dan perairan Jayapura - Sarmi

Kemudian gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,5-4 meter berpeluang terjadi di beberapa perairan Indonesia di antaranya adalah Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, perairan barat Kepulauan Nias-Kepulauan Mentawai, perairan Pulau Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Samudra Hindia barat Sumatra, perairan selatan Jawa hingga Pulau Sawu.
Berikutnya, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan jawa hingga Pulau Sawu, Perairan Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna, Laut Natuna, Laut Jawa, Laut Banda bagian selatan, Perairan Kepulauan Babar-Kepulauan Tanimbar, perairan selatan Kepulauan Aru, Laut Arafuru, Laut Sulawesi bagian timur.

Selanjutnya perairan Bitung- Kepulauan Sitaro, Laut Maluku bagian selatan, perairan Timur Kepulauan Halmahera, perairan utara Papua Barat-Biak, dan Samudra Pasifik utara Papua. Potensi gelombang sangat tinggi dengan kisaran 4 hingga 6 meter diperkirakan akan terjadi di Laut Natuna Utara, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, Laut Maluku bagian utara, perairan utara Kep. Halmahera, Samudra Pasifik utara Papua Barat, dan Laut Halmahera.

Dan yang terakhir, potensi gelombang ekstrem dengan kisaran 6 meter diperkirakan akan terjadi di Samudra Pasifik utara Halmahera. BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). (H-1)

Baca Juga

Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Wapres: Akademisi Harus Berinovasi untuk Lawan Disrupsi Informasi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 26 Februari 2021, 06:55 WIB
Khususnya terkait pandemi covid-19. Wapres mengajak kalangan akademisi untuk terus menjalankan riset soal covid-19 dan pemulihan ekonomi...
Ist

KLHK Latih Masyarakat Kembangkan Hasil Hutan Bukan Kayu

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 26 Februari 2021, 03:56 WIB
KLHK melakukan peningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dan kelompok tani hutan dalam pengembangan hasil hutan bukan...
AFP/Jason Redmond

Butuh Peran Generasi Muda Atasi Tantangan Perubahan Iklim

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:46 WIB
Suhu global pada 2020 menempati peringkat kedua teratas sebagai tahun terpanas sejak zaman pra...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya