Jumat 05 Februari 2021, 20:27 WIB

Menristek Minta tak Ada Ego Sektoral dalam Riiset Covid-19

Faustinus Nua | Humaniora
Menristek Minta tak Ada Ego Sektoral dalam Riiset Covid-19

Antara/Dhemas Reviyanto
Riset vaksin merah-putih

 

 PANDEMI Covid-19 yang menjadi wabah global termasuk Indonesia telah berdampak pada semua aspek kehidupan masyarakat. Upaya percepatan penanganan krisis tersebut di Tanah Air pun menjadi tanggung jawab bersama semua elemen bangsa.

Di sektor riset dan inovasi, sejak awal pandemi pada Maret 2020 pemerintah telah membentuk konsorsium Covid-19. Hal itu merupakan upaya tanggap cepat dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) untuk bisa menyatukan tiga unsur penting dalam dunia riset dan inovasi, yakni pemerintah, peneliti dan dunia usaha.

Menristek Bambang Brodjonegoro menegaskan, dalam upaya mempercepat penanganan Covid-19, semua peneliti harus mengesampingkan ego sektoral. Baik peneliti di bidang kesehatan, bidang teknologi hingga teknik harus berkolaborasi untuk menghasilkan riset dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat di masa pandemi ini.

"Dalam upaya riset dan inovasi untuk menangani Covid-19 kita tidak boleh sendirian. Semua pihak harus mengesampingkan ego sektoral atau ego menurut bidang ilmunya," ujarnya dalam Webinar Alternatif Terapi Covid-19 dengan Mesenkimal Sel Punca dan Eksosom, Jumat (5/2).

Dia mengatakan, virus korona yang menjadi musuh bersama umat manusia ini sangatlah rumit. Meski wujudnya sangat kecil dan tak dapat dilihat dengan mata telanjang, tapi ancaman dan dampaknya sangat terasa.

Baca juga : Terapi Stem Cell untuk Covid-19 Tunggu Izin Badan POM

Semua ilmuwan atau peneliti di dunia pun berlomba-lomba untuk bisa memahami virus mematikan itu. Dan penelitian pun terus berkembang sehingga yang dibutuhkan adalah kolaborasi lintas bidang, lintas disiplin ilmu pengetahuan.

"Tidak bisa lagi rekan-rekan dari fakultas kedokteran bekerja sendiri mencari solusi, tapi harus mulai mengakar baik dari farmasi dari fakultas MIPA maupun dari fakultas teknik. Karena memang itulah esensi dari ilmu pengetahuan, bahwa ilmu pengetahuan akan menjadi lengkap kalau berbagai bidang ilmu bisa berkolaborasi, bisa berinteraksi untuk melahirkan solusi," imbuhnya.

Lebih jauh, Bambang mengatakan akademisi pun tidak bisa bekerja sendirian. Kolaborasi dengan pemerintah dan dunia usaha menjadi sangat penting dalam situasi saat ini.

Menurutnya, pemerintah bisa mendukung upaya riset dan inovasi melalui kebijakan dan anggaran. Sementara, dunia usaha bisa mendukung melalui produksi hasil riset yang tepat guna dan sesuai kebutuhan masyarakat.(OL-7)

Baca Juga

Dok. Kemenko PMK

Mitigasi Bencana, Menko PMK Lakukan Penanaman 10 Juta Pohon Mangrove di 34 Provinsi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 23:37 WIB
Adapun aksi penanaman mangrove pada GPDRR 2022 merupakan momentum dukungan PBB terhadap komitmen Indonesia dalam pengurangan risiko bencana...
Dok. Kemenparekraf

Perkuat Kampanye Sadar Wisata, Kemenparekraf Gelar Training of Trainer untuk Desa Wisata

👤Meediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 23:22 WIB
Perubahan tren di kenormalan baru pariwisata bergeser dari pariwisata berbasis kuantitas ke pariwisata berbasis...
Dok. UMJ

Fakultas Pertanian UMJ Gelar Panen Raya Perdana dari Program Kebun Hidroponik

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 23:08 WIB
FAKULTAS Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta menggelar panen raya perdana dari program kebun hidroponik yang diawali pada Maret...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya