Minggu 17 Januari 2021, 21:22 WIB

Gejala Darah Tinggi Dapat Dihilangkan Sejak Usia Remaja

Eni Kartinah | Humaniora
Gejala Darah Tinggi Dapat Dihilangkan Sejak Usia Remaja

Antara/HARVIYAN PERDANA PUTRA
Jika tidak segera ditangani, hipertensi bisa menyebabkan timbulnya beragam penyakit yang mengancam nyawa.

 

GEJALA hipertensi atau umum disebut tekanan darah tinggi dapat dihilangkan. Syaratnya adalah sejak usia remaja mulai dibiasakan memeriksakan diri terhadap tekanan darah pada tubuh, termasuk membiasakan asupan pola gizi sehat dan olahraga teratur.

Hal tersebut terungkap melalui diskusi kesehatan bertajuk 'Gejala Darah Tinggi Dapat Dihilangkan Sejak Usia Remaja' yang disiarkan secara live melalui kanal Instagram Siloam Hospitals Silampari di Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (16/1).

Pada siaran kanal tersebut, dokter spesialis penyakit dalam Siloam Hospitals Silampari, dr Sartika Sadikin,Sp. PD., menyatakan jika tidak terdeteksi secara dini dan tidak dapat diobati, maka hipertensi dapat menyebabkan stroke, gagal jantung hingga penyakit pada ginjal. 

"Kuncinya adalah membiasakan deteksi dini secara rutin sejak usia remaja. Dapat dimulai pada usia 18 tahun. Karena pada usia tersebut, mulai beragam aneka makanan yang di konsumsi," tutur dr. Sartika Sadikin, Sp.PD, dalam diskusi yang diikuti puluhan peserta dari komunitas kesehatan di Kota Lubuklinggau. 

Sartika Sadikin menjelaskan bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah pada ukuran 140/90 mmHg atau lebih. Jika tekanan di atas 180/120 sudah dianggap tidak waja . 

"Jika tidak segera ditangani, hipertensi bisa menyebabkan timbulnya beragam penyakit yang mengancam nyawa, seperti gagal jantung, penyakit ginjal, dan stroke," imbuhnya mengingatkan.

Dokter yang berpraktik tetap di Siloam Hospitals Silampari ini mememaparkan bahwa dalam beberapa situasi, sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah tubuh.

Menurut dr.Sartika, ada beberapa hal perlu yang perlu dicermati dalam 'menegakkan'atau mengukur tekanan darah, antara lain pertama, mengistirahatkan tubuh terlebih dahulu  sekitat 5 -10 menit, misalnya, dari aktivitas seperti naik tangga, berjalan, dan lainnya. 

Kedua, hindari mengonsumsi kopi, alkohol, stop merokok selama 30 menit sebelum diukur tekanan darah, atau ragam aktivitas yang memicu denyut jantung.Dengan melakukan sejumlah hal tersebut, ukuran tekanan darah dapat dilakukan guna mengetahui batas ideal. 

Kurangi konsumsi kadar garam berlebihan

Selain melakukan deteksi dini sejak usia remaja, dr.Sartika menyarankan untuk menghindari konsumsi makanan yang mengandung kadar garam tinggi pun turut dianjurkan.

Adapun bagi pasien yang telah mengidap hipertensi, salah satu solusinya adalah mengkonsumsi obat penurun darah tinggi. 

"Konsumsi makanan berkadar garam tinggi adalah asupan yang sangat  menyebabkan hipertensi. Termasuk pada daging olahan, acar, gula, lemak jenuh dan lainnya. Hal ibu harus diwaspadai agar tidak berlebihan saat mengonsumsi makanan, termasuk para remaja yang umum menyukai makanan fast food," paparnya.

Menurut dr.Sartila, hipertensi memiliki istilah silent killer atau penyakit yang membunuh secara perlahan. Hal ini karena penderita hipertensi umumnya tidak mengalami gejala apa pun, sampai tekanan darahnya sudah terlalu tinggi dan mengancam nyawa.

"Karenanya saya ingatkan kembali, penting untuk rutin memeriksakan tekanan darah, baik secara mandiri atau dengan datang ke dokter. Hal lainnya adalah menjalankan pola hidup sehat dan rutin berolahraga," pungkas dr.Sartika. (Nik/OL-09)

Baca Juga

Antara /Aloysius Jarot Nugroho

Inilah Kota yang Dinobatkan Paling Toleran se-Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 22:35 WIB
Kota Salatiga berhasil meraih penghargaan sebagai Kota Paling Toleran se-Indonesia pada tahun 2020 dengan skor 6,717 versi Setara...
Antara/Fikri Yusuf

Vaksinasi untuk Lansia Turunkan Angka Kematian Akibat Covid-19

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 25 Februari 2021, 22:27 WIB
"Mereka sudah mematuhi protokol kesehatan dengan lebih banyak tinggal di rumah. Hanya 10% dari mereka yang terpapar Covid-19. Namun...
DOK IST

Bahasa dan Aksara Nusantara Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

👤Budi Ernanto 🕔Kamis 25 Februari 2021, 22:11 WIB
Bahasa adalah representasi dari kehidupan sebagai manusia, sehingga mencerminkan identitas bangsa yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya