Senin 11 Januari 2021, 22:02 WIB

Tujuh Gubernur se-Jawa dan Bali Telah Keluarkan Aturan soal PPKM

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Tujuh Gubernur se-Jawa dan Bali Telah Keluarkan Aturan soal PPKM

MI/M Irfan
Mural sosialisasi pencegahan covid-19

 

TUJUH gubernur se-Jawa dan Bali dilaporkan telah mengeluarkan aturan, baik berupa Peraturan Gubernur (Pergub), Keputusan Gubernur (Kepgub) atau Surat Edaran Gubernur (SE) soal penerapan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada tanggal 11 sampai 25 Januari 2021.

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan, PPKM dilakukan di wilayah yang memenuhi satu dari empat parameter, yaitu tingkat kasus aktif di atas nasional, tingkat kematian di atas nasional, tingkat kesembuhan di bawah nasional, dan tingkat ketersediaan BOR (Bed Occupancy Rate) ICU dan ruang isolasi di atas 70 persen.

Terkait itu, Airlangga menyampaikan, Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri telah menginstruksikan kepada kepala daerah untuk penerapan PPKM, yang tertuang dalam Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2021.

“Instruksi Mendagri itu telah ditindaklanjuti dengan surat dari masing-masing kepala daerah dari 7 provinsi dan kepala daerah telah mengatur 73 provinsi, kabupaten, dan kota,” ungkapnya dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Senin (11/1).

Saat ini kasus covid-19 mencapai lebih dari 800 ribu kasus. Dikatakan Airlangga, Presiden RI Joko Widodo berharap upaya PPKM ini dapat menekan laju pertambahan kasus covid-19.

“Bapak Presiden juga berharap bahwa kegiatan- kegiatan ini diharapkan dalam dua minggu kita bisa menekan kurva daripada tingkat kematian dan juga tingkat penularan,” ungkap Airlangga.

Adapun rincian peraturan tujuh kepala daerah tersebut:

1. DKI Jakarta

Melalui Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2021 dan Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 19 Tahun 2021, mengatur penerapan PPKM di seluruh Wilayah Administrasi Jakarta, meliputi 6 kabupaten/kota administrasi.

2. Jawa Barat

Dengan Kepgub Jabar Nomor 443 dan Kepgub Jabar Nomor 11 Tahun 2021 dan Surat Edaran (SE) Nomor 72 Tahun 2021. Mencakup 20 wilayah kabupaten/kota yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Sukabumi, Cirebon, Garut, Karawang, Kuningan, Ciamis, Majalengka, Subang, dan Tasikmalaya serta Banjar.

3. Jawa Tengah

Dengan SE Gub Jateng Nomor 443 Tahun 2021. meliputi 23 kabupaten/kota), yaitu: Semarang Raya (Kota Semarang, Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Grobogan); Solo Raya (Kota Surakarta, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Klaten, dan Wonogiri); Banyumas Raya (Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, dan Kebumen); serta Kota Magelang, Kudus, Pati, Rembang, dan Brebes.

4. Jawa Timur

Dengan SE Gub Jatim Nomor 800/120 Tahun 2021, meliputi 11 kabupaten/kota, yaitu Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kota Malang, Malang, Kota Batu, Kota Madiun, Madiun, Lamongan, Ngawi, dan Blitar.

5. Banten

Dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Banten Nomor 1 Tahun 2021, meliputi 3 kabupaten/kota, yaitu Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

6. Daerah Istimewa Yogyakarta

Melalui Ingub DIY Nomor 1 Tahun 2021, meliputi 5 kabupaten/kota, yaitu Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulon Progo.

7. Bali

Dengan SE Gub Bali Nomor 1 Tahun 2021, meliputi 5 kabupaten/kota, yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, dan Kabupaten Tabanan. (OL-4)

Baca Juga

Antara

311 Perawat Meninggal Akibat Covid-19, PPNI: Tertinggi di Jatim

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 12:50 WIB
Sebanyak 311 perawat meninggal dunia akibat Covid-19. Data tersebut dikumpulkan PPNI sejak November 2020-18 Juni...
Ist/KLHK

KLHK Bentuk Satlakwasdal, Kawal Implementasi UU Cipta Kerja

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 11:41 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan penerbitan UU Cipta Kerja ini dalam rangka mendorong perluasan kesempatan...
Antara

Peneliti UGM: Pembiayaan Penyakit Jantung Beban Tertinggi JKN-KIS

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 11:40 WIB
BEBAN biaya katastropik penyakit jantung menjadi biaya tertinggi dalam beban layanan JKN pada periode 2016 - 2019, khususnya di pulau...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pungli Tetap Marak Pak Satgas!

Pungli di berbagai layanan publik terus menjadi masalah yang dialami masyarakat, bahkan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya