Rabu 06 Januari 2021, 21:05 WIB

Baru 3 Bulan Uji Coba Vaksin Sinovac, Bio Farma Sebut Itu Cukup

Faustinus Nua | Humaniora
Baru 3 Bulan Uji Coba Vaksin Sinovac, Bio Farma Sebut Itu Cukup

AFP
Infografis efikasi vaksin covid-19

 

PRESIDEN Joko Widodo menyatakan, vaksinasi covid-19 mulai dilakukan pekan depan. Padahal, uji klinis vaksin Sinovac yang dilakukan Universitas Padjadjaran (Unpad) baru berjalan 3 bulan dan laporan finalnya baru akan diserahkan Maret 2021 mendatang.

Dalam menanggapi hal itu, juru bicara Vaksinasi Covid-19 dari BUMN PT Bio Farma Bambang Herianto mengatakan dalam waktu dekat, pihaknya bersiap menerima laporan uji klinis fase III vaksin Sinovac selama 3 bulan ini dari tim riset Unpad. Selanjutnya, laporan itu akan diteruskan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) sehingga izin vaksinasi bisa segera dikeluarkan.

Dengan merujuk standar internasional yang berlaku atau Emergency Use Authorization (EUA), Bambang menyebut laporan 3 bulan tersebut sudah cukup mendapat mendapat izin darurat dari Badan POM.

"Itu berlaku sesuai standar internasional, dalam skema Emergency Use Authorization," ungkapnya kepada Media Indonesia, Rabu (6/1).

Bambang menjelaskan bahwa dengan skema EUA, tentu ada kriteria atau standar tertentu bagi masyarakat yang akan menerima vaksin. Sehingga, tidak semua orang bisa diimunisasi dengan vaksin yang belum mempunyai laporan hasil uji coba final tersebut.

Sebelumnya, Kepala Badan POM Penny K Lukito menyampaikan, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi dalam pemberian EUA atau izin darurat penggunaan vaksin di tengah pandemi virus corona (covid-19).

Salah satunya adalah capaian 50% efikasi atau tingkat kemanjuran kandidat vaksin covid-19. Standar efikasi vaksin sendiri pada keadaan normal adalah 70%.

Penny menegaskan ambang batas itu bukan keputusan Badan POM melainkan kesepakatan bersama Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang memudahkan syarat efikasi vaksin untuk dapat masuk ke tahap perizinan edar atau komersialisasi.

Hal lain yang jadi pengamatan Badan POM, lanjut Penny, adalah seberapa besar efek vaksin untuk antibodi manusia. "Bahan yang akan dijadikan perhitungan efikasi adalah hasil uji klinis tahap I dan II, serta hasil uji klinis interim tahap III yang merupakan hasil monitoring efikasi selama tiga bulan pertama vaksin disuntikkan pada relawan," ujarnya saat acara bincang santai yang disiarkan dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/12/2020).

Sinovac sedang menyelesaikan hasil uji coba fase III yang dilakukan di Brasil, Turki, Indonesia, dan Chili. Diketahui, dari hasil uji coba Sinovac di Brasil efikasinya pada tahap pertama mencapai 50% dan kedua di bawah 90%

Selain Sinovac, dilansir dari AFP, vaksin lain yang sudah diujicobakan di sejumlah negara memiliki efikasi 95% untuk Pfizer and BioNTech, 94% Moderna, 70% untuk Astrazeneca-Oxford, Sputnik V 92% dan Sinopharm 79,3%. (H-2)

Baca Juga

MI/Ardi T H

UGM Luncurkan Beasiswa Dato Dr. Low Tuck Kwong-PYC

👤Ardi T Hardi 🕔Minggu 19 September 2021, 07:20 WIB
 DARI donasi Dato Dr.Low Tuck Kwong Rp50 miliar sebagai dana Abadi untuk dikelola UGM agar dapat memberikan beasiswa bagi mahasiswa...
Antara

Nilai Literasi Digital Indonesia 3,47 Poin, Ini Artinya

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 19 September 2021, 07:00 WIB
Indonesia mencatatkan nilai literasi digital 3,47 dari skala 1-4 atau...
Dok. Pribadi

Sekolah Diminta Optimalkan TIK dalam Pembelajaran

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 19 September 2021, 01:43 WIB
Selain untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, TIK dapat dioptimalkan untuk menciptakan manajemen sekolah yang efektif dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

AS, Inggris, dan Australia Umumkan Pakta Pertahanan Baru

 Aliansi baru dari tiga kekuatan tersebut tampaknya berusaha untuk melawan Tiongkok dan melawan kekuatan militernya di Indo-Pasifik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya