Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MENKES Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah menargetkan vaksinasi terhadap 181,5 juta penduduk dengan total vaksin yang dibutuhkan 426 juta dosis. Adapun prioritas penerima vaksin pada gelombang pertama ialah tenaga kesehatan dan petugas publik.
"Tahap pertama yang akan dilakukan adalah vaksinasi ke tenaga atau petugas kesehatan, health workers di Indonesia ini ada 1,3 juta orang di 34 provinsi," kata Menkes Budi dalam keterangan pers di Kantor Presiden yang ditayangkan secara virtual Selasa (29/12).
Kemudian tahap kedua, akan diberikan ke petugas publik, dimana ada sekitar 17,4 juta orang. Keduanya dilakukan pada gelombang I atau periode vaksinasi Januari hingga April 2021 dan gelombang II periode April 2021-Maret 2022 yang ditujukan kepada masyarakat rentan di daerah dengan risiko penularan tinggi sebanyak 63,9 juta dan masyarakat lain dengan pendekatan klaster sesuai ketersediaan vaksin yang berjumlah 77,4 juta.
"Selanjutnya adalah masyarakat lansia di atas 60 tahun yang jumlahnya sekitar 21,5 juta orang. Sesudah itu nanti masyarakat normal akan mulai divaksinasi di Indonesia," sebutnya.
Baca juga : WHO: Varian Baru Covid-19 jadi Tantangan Kesehatan 2021
Dia menjelaskan untuk perbandingan setiap negara memiliki tahapan imunisasi yang berbeda-beda namun tahapan yang seragam adalah semua negara pasti tahap pertama adalah tenaga kesehatan.
"Tenaga kesehatan adalah garda terdepan ada orang-orang yang paling penting di masa pandemi krisis Covid-19 ini. Jadi apa kita lakukan pertama kali konsisten dengannya dilakukan di Inggris, konsisten dengan dilakukan di Amerika, konsisten dengan yang dilakukan di semua negara bahwa Tenaga Kesehatan merupakan prioritas pertama yang akan divaksinasi," jelasnya.
Menkes menambahkan pada proses vaksinasi tahapan kedua tentunya berbeda-beda di beberapa negara. Ada berdasarkan umur, petugas publik dan lainnya.
"Di kita melakukannya kepada petugas pabrik, karena memang kita membutuhkan waktu untuk memastikan bahwa vaksin yang bisa digunakan nanti bisa berlaku untuk usia diatas 1 tahun," lanjutnya.
Menkes juga menyampaikan arahan presiden terkait hasil uji klinis tahap 3 yang dilakukan di Bandung untuk vaksin Sinovac itu akan diberikan kepada masyarakat dengan rentang usia 18 sampai 59 tahun.
"Itu sebabnya hasil diskusi kita dengan Itagi secara saintifik memang disarankan menggunakan vaksin Sinovac sesuai dengan yang diuji klinis di Bandung," paparnya.
Menkes Budi memastikan rencana vaksinasi sudah dikonsultasikan kepada badan independen Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Badan itu bertugas memberikan anjuran kepada Kementerian Kesehatan. (OL-2)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Sandi mengungkapkan kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan setiap bulan dengan materi yang beragam.
Ada beberapa langkah antisipatif yang mulai diterapkan Puskesmas Warungkondang untuk mencegah penyebaran covid-19.
Munculnya kembali covid-19 tentu perlu diantisipasi. Karena itu, saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memitigasi penyebaran covid-19, terutama pada sektor pariwisata.
Saat ini, kelima pasien tersebut hanya bergejala ringan. Mereka sedang melakukan isolasi mandiri di rumah.
Bupati memastikan terpaparnya warga tersebut saat yang bersangkutan berada di luar daerah.
Galeri menjadi catatan sekaligus spirit agar warga Jabar tak gentar, namun tetap waspada menghindari penularan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved