Minggu 29 November 2020, 17:21 WIB

Covid-19 Belum Terkendali, GP Ansor Minta Pemerintah tidak Kendor

mediaindonesia.com | Humaniora
Covid-19 Belum Terkendali, GP Ansor Minta Pemerintah tidak Kendor

Ist
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan orasi pada Apel Kebangsaan Virtual, Minggu (29/11).

 

SEMBILAN bulan sudah pandemi covid-19 telah menjangkiti Indonesia. Selama itu pula, wabah yang disebabkan virus korona baru ini tercatat telah memapar hingga lebih dari 500.000 penduduk dan sampai kini belum berhasil terkendali. 

Di tengah tantangan bangsa yang besar ini, Gerakan Pemuda (GP) Ansor meminta pemerintah untuk tidak goyah kendati menghadapi berbagai keterbatasan dan persoalan kian kompleks.

Dukungan langsung kepada pemerintah itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas saat memberikan orasi pada Apel Kebangsaan Virtual, Minggu (29/11) pagi dengan protokol kesehatan ketat, memakai masker, face shield, dan menjaga jarak. 

Apel yang berpusat di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, ini diikuti perwakilan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari seluruh pimpinan cabang (PC) di Pulau Jawa. Selain itu, apel juga diikuti seluruh pengurus wilayah (PW) se-Indonesia dan 4 PC luar negeri (Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, dan Mesir). 

“Kepada pemerintah, saya mengingatkan agar tetap tidak kendor dalam penanganan covid-19. Tegakkan pelaksanaan protokol kesehatan dan aturan hukum dengan tegas dan adil,” ujar Gus Yaqut, panggilan akrabnya.

Sikap tegas pemerintah tersebut, tandas Gus Yaqut, sangat penting agar penanganan virus yang telah menjangkiti seluruh negara di dunia ini bisa segera teratasi. Apalagi, ujarnya, hingga kini vaksin yang terbukti ampuh melawan virus ini juga belum tersedia. 

Ansor juga meminta pemerintah untuk melakukan deteksi dini dengan mencegah potensi kerumunan yang dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat. Berpijak pada kasus yang telah terjadi seperti di Petamburan, Tebet, tempat-tempat wisata saat libur panjang, kerumunan massa sangat rentan menjadi sarana penyebaran baru virus ini. 

“Cegah dan jangan beri izin kepada siapa pun yang rencana kegiatannya berpotensi menimbulkan kerumunan dan penularan covid-19. Ingat kaidah 'dar’ul mafasid muqoddamun ‘ala jalbil masholih', mencegah kerusakan atau bahaya harus lebih diutamakan dari pada mengambil kemanfaatan,” katanya.

Di tengah situasi yang masih dalam keterbatasan ini, Ansor mengajak kepada tokoh-tokoh masyarakat, untuk bahu membahu bergandengan tangan dalam menghadapi pandemi ini. 

Dia meminta para tokoh untuk bertanggung jawab dan memberi teladan kepada masyarakat. 

“Jangan beri contoh buruk dengan mengabaikan protokol kesehatan. Jangan menyelenggarakan kegiatan, yang meskipun niatnya baik, tetapi berpotensi menimbulkan kerumunan dan penyebaran virus korona. Jangan mengorbankan keselamatan masyarakat,” ujar Gus Yaqut.

Kepada para kader Ansor dan Banser, Gus Yaqut juga meminta agar selalu patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan baik dalam kegiatan organisasi maupun saat kegiatan sehari-hari. Para kader diharapkan bisa menjadi teladan yang baik untuk diri sendiri dan keluarganya. 

”Jaga kiai, jaga masyarakat sekitar kita dari potensi penularan virus korona,” pinta Gus Yaqut. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA

Satgas Covid-19 Tegaskan tidak Ada Vaksinasi Mandiri

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 15:05 WIB
Karena seluruh biaya yang dibayarkan untuk membeli vaksin adalah anggaran pemerintah, sudah semestinya pelaksanaannya juga ditangani...
ANTAR/M Risyal Hidayat

DVI Polri Terima 162 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 14:49 WIB
Selain itu, tim DVI telah menerima 288 sampel DNA dari keluarga...
ANTARA/AKBAR TADO

BNPB Minta Warga Majene Waspadai Gempa Susulan

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 12:45 WIB
Gempa susulan signifikan juga dapat memicu adanya longsoran (landslide) dan runtuhan batu (rockfall), sehingga masyarakat di kawasan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya