Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Wiku Adisasmito meminta masyarakat bersabar menanti kehadiran vaksin covid-19. Apalagi tahapan produksi vaksin harus memastikan keamanan dan efektivitas.
“Waktu yang dihabiskan untuk uji klinis dan persetujuan semata-mata upaya memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat,” kata Wiku di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Kamis (12/11).
Dia menjelaskan pengembangan vaksin covid-19 menjadi hal baru dan belum pernah diteliti sebelumnya. Sehingga poses pembuatan vaksin juga dipengaruhi sifat virus korona yang baru ditemukan dan butuh waktu untuk mempelajarinya.
Baca juga: 3M dan 3T, Tips Putus Rantai Penularan Covid-19
“Kami ingatkan masyarakat untuk bersabar karena produksi vaksin membutuhkan waktu,” sebutnya.
Sejauh ini tahapan pengembangan vaksin terdiri dari tahap eksplorasi, tahapan praklinis, pengembangan klinis. Kata Wiku, selanjutnya pada tahap tinjauan dan persetujuan regulasi, manufaktur, serta kontrol kualitas.
Kemudian tahap pemberian persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization atau EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun, ia menyebut kedua tahapan itu melalui proses yang ketat. Dimana adanya penyerahan dokumen registrasi, proses evaluasi mutu, evaluasi uji non klinis dan klinis, serta informasi produk, dan pengambilan keputusan.
“Prinsip utama pembuatan vaksin adalah memastikan pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi aman dan efektif serta melalui kaidah ilmiah bedasarkan data sains dan standar kesehatan,” lanjut Wiku.
Pada prinsipnya pemerintah Indonesia terbuka terhadap kandidat vaksin yang cocok dan efektif namun juga tetap harus mempertimbangkan berbagai aspek pendukung, sebut Wiku aspek kandidat vaksin tersebut penting untuk diingat bahwa penanganan pandemi covid-19 itu membutuhkan kolaborasi antara pemerintah masyarakat dan sektor swasta serta lembaga internasional.
"Kolaborasi ini nantinya akan semakin meningkatkan efektivitas penanganan pada covid-19 di Indonesia," pungkasnya. (H-3)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Kemenkes memberikan apresiasi kepada Dexa Medica melalui Penghargaan Karya Anak Bangsa 2025 atas kontribusinya sebagai industri farmasi dengan uji klinis obat bahan alam terbanyak
Di tengah maraknya produk yang beredar, kredibilitas riset dan sertifikasi menjadi kriteria seleksi utama bagi konsumen cerdas.
INDONESIA resmi memulai uji klinis fase 1 vaksin tuberkulosis (Tb) berbasis inhalasi pertama di dunia.
Pil kontrasepsi pria eksperimental YCT-529 tanpa hormon lolos uji awal tanpa efek samping serius, membuka jalan jadi kontrasepsi pria pertama yang aman dan efektif.
Vaksin tuberkulosis merupakan vaksin tuberkulosis inhalasi pertama. Vaksin ini dikembangkan dengan menggunakan tiga antigen.
Pelaksanaan uji klinis dimulai pada 3 September 2024, dan rekrutmen partisipan secara resmi telah selesai per 16 April 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved