Jumat 06 November 2020, 17:45 WIB

Hujan Picu Longsor di Tasikmalaya, 1 Orang Meninggal Dunia

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Hujan Picu Longsor di Tasikmalaya, 1 Orang Meninggal Dunia

MI/ADI KRISTIADI
Hujan deras yang membawa material longsor memutuskan jembatan darurat di Panampikan, Bugel, Kecamatan Ciawi, Tasikmalaya, Senin (2/11).

 

Satu warga Desa Parung, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat meninggal dunia akibat tertimbun material longsor. Longsoran dipicu oleh hujan intensitas tinggi yang berlangsung lama pada Kamis (5/11), sekitar pukul 00.30 WIB.

Pada kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya menginformasikan empat warga tertimbun longsor. Dari keempat korban tersebut, satu warga meninggal atas nama Bubun berusia 45 tahun, sedangkan satu orang mengalami luka-luka dan dua lainnya berhasil selamat.

Baca juga: Gelombang Tinggi 6-7 November, BMKG Ingatkan Keselamatan Pelayaran

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan BPBD setempat juga melaporkan jalan penghubung antara Tasikmalaya dan Karangnunggul tertimbun material longsor. "Kondisi ini mengganggu arus lalu lintas. Secara umum situasi pascalongsor sudah kondusif," kata Raditya dalam keterangan tertulis Jumat (6/11).

Wilayah Kabupaten Tasikmalaya termasuk wilayah dengan kategori sedang hingga tinggi untuk bahaya tanah longsor. Sebanyak 35 kecamatan berada pada kategori tersebut dengan luas bahaya mencapai 103.840 hektar, sedangkan jumlah populasi pada kecamatan tersebut sebanyak 269.488 jiwa.

Sementara itu, prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasikan pada hari ini (6/11) kawasan Jawa Barat berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Pada hari ini, prakiraan cuaca kecamatan Cibalong berpotensi hujan ringan hingga hujan petir.

BNPB mengimbau masyarakat terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. Wilayah Indonesia telah memasuki musim penghujan yang dipengaruhi fenomena La Nina. Dampaknya dapat memicu curah hujan lebih tinggi. "Kesiapsiagaan dan kewaspadaan dibutuhkan setiap keluarga untuk mengantisipasi dan menghindar dari potensi bahaya," pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Pasien Covid-19 Naik, Kemenkes Minta Setiap RS Tambah Tempat Tidur

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 06:04 WIB
Kementerian Kesehatan mengirimkan surat edaran agar daerah menambahkan  30%-40% ruang perawatan untuk covid-19 di rumah sakit. Serta...
Kohler.co.id

Aturan Pakai Toilet saat Anggota Keluarga Positif Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 02:00 WIB
Aturannya menjadi berbeda saat seluruh anggota keluarga diketahui positif...
telegraph.co.uk

Inilah Usia Anak Boleh Mulai Konsumsi Es Krim

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Januari 2021, 23:48 WIB
Dokter spesialis anak dr. Attila Dewanti menjelaskan es krim sebetulnya sudah boleh dikonsumsi oleh anak ketika berusia satu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya