Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH terus mendorong obat herbal atau jamu tradisional lebih bergairah dan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan sekaligus mampu mengurangi ketergantungan impor yang membelenggu selama ini.
"Harus segera ada terobosan. Agar produksi kita tidak lagi tergantung impor. Saat kita sedang sibuk membuat obat covid-19, saya baru tahu kalau 90 persen bahan baku masih dari impor. Ini harus menjadi perhatian bersama, karena negeri kita sangat kaya bahan baku, " kata Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi saat berdialog dengan UMKM Sektor Jamu di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (9/10).
Pemerintah sangat berharap, BPOM mampu membantu dan mendorong industri obat herbal dan jamu tradisional di banyak daerah menjadi lebih berdaya, dan mampu memanfaatkan bahan baku rempah atau empon-empon nasional, untuk dibuat menjadi produk jamu berkualitas, yang dicari rakyat.
"BPOM sudah saya minta turun lapangan untuk membantu UMKM jamu terus tumbuh, perizinan lancar dan produksi jamu menjadi semakin berkualitas. Pemerintah pada saat sama juga sudah membuat UU Cipta kerja, yang mampu memudahkan UMKM bisa menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak lagi," katanya.
Keberadaan industri jamu di Sukoharjo merupakan terbesar di Indonesia. Adanya badan penelitian obat herbal di Karanganyar, diyakini akan menunjang kemajuan produksi jamu dan juga obat herbal di tanah air. Juga mampu menunjang pertumbuhan industri yang sama di daerah daerah lain.
Dengan berbagai regulasi yang ada, jelas Muhadjir, termasuk UU Cipta Kerja, akan merangsang tumbuhnya UMKM baru, yang mampu menciptakan lapangan kerja baru di Indonesia.
Saat ini dari angkatan kerja nasional yang mencapai 130 juta orang, 7 juta di antaranya masih menganggur. Padahal selama ini, keberadaan UMKM menguasai 86 persen pekerja di Indonesia, dan perusahaan besar hanya sekitar 14 persen.
Karena itu diharapkan pemerintah, tumbuhnya UMKM baru di berbagai sektor, termasuk jamu dan obat herbal, akan lebih mampu memberikan kesempatan kerja baru bagi 7 juta pengangguran yang ada. Bahkan sangat diinginkan juga bisa menyerap 3,5 juta angkatan kerja baru tahun berikutnya.
Selain berdialog, Menko PMK Muadjir juga menyerahkan sertifikat produksi kualitas dan juganizin edar bagi sejumlah UMKM Jamu di Sukoharjo, dengan disaksikan oleh Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Kepala BPOM Penny K Lukito dan Rektor UNS Prof Dr Djamal Wiwoho. (OL-13)
Baca Juga: Kominfo Latih SDM di Bidang Digital
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, sumber daya manusia (SDM) yang unggul adalah kunci tercapainya target Indonesia Emas 2045.
MENTERI Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memiliki fleksibilitas dalam membantu masyarakat.
Menko PMK Pratikno sebut Baznas mitra strategis pemerintah. Sinergi zakat dukung kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana.
Pratikno menekankan bahwa kesehatan bukanlah hasil keberuntungan, melainkan buah dari kebiasaan baik yang dijaga setiap hari.
Pratikno menambahkan bahwa tantangan ke depan akan semakin berat dalam menghadapi perkembangan teknologi termasuk bagi dunia pendidikan.
Catur Brata Penyepian Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelaungan merupakan bentuk pengendalian diri, introspeksi, serta kesadaran terhadap hubungan manusia dengan alam.
Total Rp900 juta tersebut terdiri dari uang tunai senilai Rp620 juta serta produk Sido Muncul senilai Rp280 juta.
Masih banyak daerah belum terjangkau, terisolir
Melalui penghargaan ini, komitmen Sido Muncul dalam memperkuat praktik pembangunan berkelanjutan di lingkungan perusahaan semakin tidak bisa terbantahkan
Katarak saat ini menjadi penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan di Indonesia, seperti juga di Manggarai Barat.
Jamu yang ditampilkan termasuk jamu beras kencur dan kunyit asam. Para tamu undanganpun dapat menikmati secara langsung aneka jamu tradisional Indonesia tersebut.
Pentingnya literasi jamu agar masyarakat tidak hanya melihatnya sebagai konsumsi kesehatan, tetapi juga sebagai identitas budaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved