Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memperkuat pembangunan manusia agar program kesejahteraan lebih efektif dan tepat sasaran.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas RI 2025 di Jakarta, Pratikno menekankan bahwa Baznas tidak hanya berfungsi menyalurkan zakat, tetapi juga mampu mengisi ruang-ruang yang belum terjangkau pemerintah.
“Pemda atau birokrasi pada umumnya tidak fleksibel untuk merespons cepat karena harus melalui perencanaan dan penganggaran. Namun Baznas memiliki fleksibilitas untuk segera menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Pratikno.
Menurutnya, fleksibilitas inilah yang menjadi keunggulan Baznas dibandingkan birokrasi pemerintah. Dengan karakter tersebut, Baznas dapat menjadi pelengkap sekaligus penguat program pemerintah, khususnya pada isu-isu yang memerlukan tindakan cepat.
Pratikno menegaskan bahwa sektor kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana adalah prioritas utama yang membutuhkan dukungan segera. Peran Baznas di bidang ini sangat fundamental dalam meringankan beban masyarakat, karena keterlambatan penanganan berpotensi menimbulkan kerugian besar.
“Kesehatan dan bencana itu prioritas utama. Risiko yang ditanggung publik terlalu besar bila penanganannya terlambat. Peran Baznas sangat vital,” jelasnya.
Lebih jauh, ia mendorong agar kolaborasi antara pemerintah dan Baznas tidak hanya di level pusat, tetapi juga menginspirasi terbentuknya koalisi di daerah.
“Kami berharap kerja sama ini melahirkan koalisi di daerah dalam mengatasi persoalan pembangunan manusia. Kalau Baznas ada tim untuk membahas detail kerja sama, kami siap,” pungkas Pratikno. (RO/Z-10)
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, sumber daya manusia (SDM) yang unggul adalah kunci tercapainya target Indonesia Emas 2045.
MENTERI Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memiliki fleksibilitas dalam membantu masyarakat.
Pratikno menekankan bahwa kesehatan bukanlah hasil keberuntungan, melainkan buah dari kebiasaan baik yang dijaga setiap hari.
Pratikno menambahkan bahwa tantangan ke depan akan semakin berat dalam menghadapi perkembangan teknologi termasuk bagi dunia pendidikan.
Catur Brata Penyepian Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelaungan merupakan bentuk pengendalian diri, introspeksi, serta kesadaran terhadap hubungan manusia dengan alam.
Menko PMK Pratikno menyampaikan perkembangan penanganan tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Proses pemulihan menunjukkan kemajuan signifikan berkat kerja bersama pemerintah dan masyarakat.
Pratikno, mengatakan bahwa 10 tahun lalu, Indonesia mengambil keputusan berani dengan meluncurkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyebut bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh terasa sangat berat.
Pemerintah, lanjutnya, mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa—mulai dari mitigasi bencana hingga layanan dasar bagi kelompok rentan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan kesiapan penuh pemerintah dalam menangani bencana banjir Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved