Selasa 18 Agustus 2020, 11:09 WIB

Keberhasilan Uji Klinis Vaksin Covid-19 belum Bisa Diprediksi

Atalya Puspa | Humaniora
Keberhasilan Uji Klinis Vaksin Covid-19 belum Bisa Diprediksi

ANTARA/Dhemas Reviyanto
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat.

 

AHLI Biologi Molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo mengungkapkan keberhasilan uji klinis vaksin covid-19 fase III masih belum bisa diprediksi.

"Saat ini tidak ada ilmuwan yang berani bertaruh. Keberhasilannya 50% banding 50% lah," kata Ahmad kepada Media Indonesia, Selasa (18/8).

Ahmad menyatakan berharap terhadap keberhasilan uji klinis vaksin merupakan satu hal yang lumrah. Namun, bukan berarti masyarakat bisa mengabaikan protokol kesehatan.

"Kita perlu bersama-sama saling mengajak dan mengingatkan semua. Akan sangat membantu apabila masyarakat sendiri yang juga aktif mengedukasi masing-masing mengenai cara penularan virus agar bisa memahami protokol kesehatan dan menjalaninya dengan suka hati," bebernya.

Baca juga: Jumlah Relawan Vaksin Covid-19 Lampaui Target

Dalam hal ini, kata Ahmad, pemerintah juga memerlukan strategi khusus untuk memberikan informasi seputar perkembangan covid-19 kepada publik. Bagaimana caranya agar publik memahami tanpa harus memberikan euforia berlebih terhadap harapan akan kehadiran vaksin.

"Ungkapan bahwa vaksin akan diberikan ke seluruh masyarakat selambatnya Februari itu menunjukan kurang paham bagaimana sains bekerja," kata Ahmad.

"Apalagi kalau toh nanti berhasil, belum tentu semua pasti dapat, akan ada prioritas. Pemerintah memang perlu sosok Faucci yang mampu mengkomunikasikan sains dengan bahasa yang mudah, tetapi tidak mengurangi substansi," lanjutnya.

Pemerintah, kata Ahmad, perlu melakukan edukasi tentang vaksin, juga perlu membuka dialog dengan ulama yang masih ragu tentang pentingnya vaksinasi dasar seperti MMR yang tanpa ulama sadari menumbuhkan gerakan anti vaksin

"Gerakan antivaksin ini juga bisa jadi ganjalan ketika vaksin covid-19 nanti terbukti efektif dan ampuh, namun masih ada penentangan dari masyarakat," tandasnya.

Tim riset Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran bersama Bio Farma dan Sinovach Biotech, Tiongkok, tengah melakukan uji klinis vaksin covid-19. Vaksin asal Tiongkok ini disuntikkan kepada 1.620 relawan di Kota Bandung sesuai prosedur uji klinis vaksin. (OL-1)

Baca Juga

Antara/Nyoman Hendra

Oktober, Kunjungan Wisman ke RI Hanya 158 Ribu Orang

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 01 Desember 2020, 18:57 WIB
BPS melaporkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih landai. Kondisi itu dipengaruhi pandemi covid-19 dan kebijakan...
ANTARA/Fakhri Hermansyah

Kemendikbud: Pembelajaran Tatap Muka 2021 Bagi Sekolah yang Siap

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 01 Desember 2020, 18:30 WIB
 Pembelajaran tatap muka bukan diwajibkan namun dimungkinkan dengan memenuhi seluruh syarat yang ditetapkan dalam SKB 4...
Istimewa

PFN Gelar VVF 2020 Picu Kreatifitas Perempuan saat Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 01 Desember 2020, 18:05 WIB
PERUSAHAAN Umum Produksi Film Negara kembali menggelar Vital Voices Festival 2020 bertema Percepatan Pemulihan Ekonomi Bersama...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya