Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ingin Aman dari Covid-19 di Pusat Kebugaran? Ini Tipsnya

Atalya Puspa
19/7/2020 07:06
Ingin Aman dari Covid-19 di Pusat Kebugaran? Ini Tipsnya
Ilustrasi--pusat kebugaran(MI/Galih Pradipta)

SETELAH sekian lama hanya bisa berolahraga di dalam rumah, para pecinta olahraga tentu menyambut gembira saat fasilitas olahraga seperti pusat kebugaran secara bertahap mulai dibuka. Namun, berbagai protokol kesehatan harus tetap diperhatikan agar kita sebagai pengguna pusat kebugaran mendapatkan manfaat olahraga sekaligus tetap aman dari penularan covid-19.

Pusat kebugaran dan tempat olahraga publik merupakan tempat dengan risiko penularan yang tinggi. Terlebih olahraga merupakan Aerosol Generating Procedures (AGPs). AGPs merupakan aktivitas-aktivitas yang dapat menimbulkan aerosol. Hal tersebut dijelaskan Dokter Spesialis Olahraga Anita Suryani saat diskusi Gugus Tugas Nasional di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (18/7).

"Kita tahu aerosol membuat droplet jadi semakin kecil dan membuat bertahan lebih lama di udara sehingga penularan jadi makin mudah," jelas Anita.

Baca juga: Tiap Kabupaten dan Kota Harus Punya Satu Mesin PCR

Hal inilah yang membuat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) merekomendasikan agar masyarakat melakukan latihan fisik atau berolahraga di rumah saja.

Namun, dengan melihat faktor sosial dan ekonomi, Anita pun membagi tips agar tetap aman saat berolahraga di pusat kebugaran atau fasilitas olahraga pada ruang tertutup lainnya.

"Kita, pengguna fitness atau pengguna gym, sebisa mungkin membawa semua peralatan sendiri, handuk, baju, dan botol air," ujar Anita.

Sementara, untuk peralatan olahraga yang digunakan bersama, selalu bersihkan terlebih dahulu dengan disinfektan sebelum digunakan. Ia juga menyarankan untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut setelah memegang peralatan kebugaran.

Untuk penggunaan masker, Anita mengakui masker dapat mengganggu metabolisme tubuh saat intensitas olahraga tinggi. Namun, hal itu tidak masalah untuk olahraga dengan intensitas rendah dan sedang.

Ia pun mengingatkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan seperti cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak demi menekan risiko penularan saat berolahraga di pusat kebugaran.

"Olahraga intensitas sedang itu meningkatkan sistem imun, bukan yang intensitas tinggi. Jadi kalau kita tertular korona tidak akan bergejala, kita akan sehat-sehat saja. Tapi penularannya tetap harus dicegah dengan cuci tangan, pakai masker, jaga jarak dan bawa peralatan sendiri," jelas Anita. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya