Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rapat terbatas percepatan penanganan covid-19 pada Senin (13/7), Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya sosialisasi, penyampaian komunikasi yang efektif kepada masyarakat demi menekan angka penularan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia merespons keinginan Presiden itu dengan sejumlah strategi. Menurut Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi pencegahan covid-19 dalam empat tahapan (fase). Apa saja itu?
1. Mengedukasi keberadaan virus
Sosialisasi pertama yang akan dilakukan bertujuan agar masyarakat sekedar tahu mengenai keberadaan virus di sekitarnya. Upaya tingkatan ini juga menjadi salah satu landasan adanya pembudayaan adaptasi kebiasaan baru di tengah masyarakat.
“Sehingga mereka tau bahwa virus ini tuh masih ada di sekitar kita. Sehingga masyarakat tidak berpikir kembali lagi ke zaman atau era sebelum ada Covid ini,” sebut Lilik.
2. Memiliki rencana dan proteksi diri
Tingkatan sosialisasi kedua dilakukan dengan pemberian pemahaman kepada masyarakat agar seluruh masyarakat mengerti mengenai apa-apa saja yang harus dilakukan ketika hidup berdampingan dengan Covid-19.
Juga, agar masyarakat memiliki bayangan untuk bertindak lebih lanjut dan memilki rencana dan proteksi diri dari penularan virus yang matang.
“Masyarakat harus mengerti, kalau mereka kena virus, mereka harus kemana, bagaimana, dan penularannya seperti apa. Nah tahap ini ditujukan agar masyarakat punya rencana untuk itu,” jelas Lilik.
3. Menyadarkan masyarakat
Tahapan sosialisasi yang tidak kalah penting atau tingkatan ketiga adalah awareness atau kesadaran. Kesadaran masyarakat untuk memiliki rencana ke depan sangat diperlukan sehingga dapat terus disiplin dalam kehidupan adaptasi kebiasaan baru.
“Masyarakat harus tahu kalau mereka sudah tahu mengenai virus ini, lalu paham. Selanjutnya adalah masyarakat harus tahu mereka harus melakukan apa. Contohnya, seperti masyarakat tahu harus punya masker berapa,” sambung Lilik.
4. Pentingnya aksi
Tingkatan terakhir dari sosialisasi pencegahan covid-19 yang paling penting adalah tindakan. Menurutnya, implementasi yang dilakukan di setiap daerah adalah kunci dari keberhasilan upaya yang telah dilakukan oleh Gugus Tugas Nasional. (H-2)
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 5–14 tahun sebesar 26,8% dan pada usia 15–24 tahun sebesar 32%.
Memahami apa yang terjadi saat sebuah pesawat tidak lagi merespons panggilan menara pengawas sangat penting untuk membangun literasi keselamatan transportasi yang objektif.
Secara sederhana, hilang kontak adalah kondisi di mana komunikasi dua arah antara pilot di dalam kokpit dengan petugas pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Control (ATC) terputus.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved