Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
RENCANA pemerintah untuk memproduksi secara massal kalung antivirus menjadi perbincangan hangat. Ahli epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif menampik kalung tersebut bisa menangani virus korona.
"Hoaks itu. Suka aneh-aneh Indonesia," kata Syahrizal kepada Media Indonesia, Jakarta, Sabtu (4/7).
Ia menyayangkan pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mengungkapkan berdasarkan riset Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangan) yang menyebut kalung antivirus itu dapat membunuh virus korona.
Syahrizal menjelaskan sampai saat ini belum ada uji klinis soal kandungan Eucalyptus dalam kalung antivirus itu bisa menangani virus menular tersebut.
"Ini kan hasil uji in vitro, bukan hasil uji klinis. (Kandungan) posisinya ya herbal. Selalu saja klaim berlebihan. Sesuatu yang tidak benar bisa menimbulkan polemik, kasihan rakyat," jelas Syahrizal.
Baca juga: Covid-19 masih Tinggi, Sidoarjo kembali Terapkan Jam Malam
Ia meminta seharusnya pemerintah bisa mencegah persepsi yang salah soal kalung antivirus itu. Menurut Syahrizal 'obat' realistis saat ini ialah mengantisipasi penularan covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.
"Yang jelas bermanfaat itu pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, ndak perlu yang aneh-aneh," tukas Syahrizal.
Mengamini pernyataan Syahrizal, Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Pandu Riono juga membenarkan sampai saat ini kalung antivirus belum terbukti pengujianya untuk membunuh virus korona.
"Belum teruji dan terbukti. Semua produk obat-obatan harus melalui registrasi di BPOM. Dalam proses registrasi, harus dilihat semua hasil pengujian tersebut apakah valid? Bisa saja ditolak klaim khasiatnya," tegas Pandu.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo menyatakan para Peneliti Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian yang telah berhasil melakukan riset pada produk berbasis Eucalyptus untuk dapat digunakan sebagai tanaman herbal yang berpotensi menanggulangi penyebaran covid-19 oleh masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan pada kegiatan Launching Produk Berbasis Eucalyptus Sebagai Antivirus pada (8/5).
Pada hari ini, Yasin menegaskan pada Agustus mendatang kalung antivirus itu diproduksi massal.
"Ini antivirus dari hasil Balitbangan dari eucalyptus, pohon kayu putih. Dari 700 ini hanya satu yang bisa menghentikan korona, hasil lab kita. Kita yakin bulan depan ini udah dicetak massal," ungkap Syahrul dikutip dari video konferensi persnya. (OL-4)
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Wacana herbal Indonesia menjadi produk unggulan sebenarnya telah muncul sejak 2000.
Penggunaan dan kepemilikan merek Kutus Kutus kini memiliki kepastian hukum final setelah Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Niaga Surabaya.
Pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) harus didukung. Itu karena TSTH2 merupakan bagian dari langkah mewujudkan ketahanan pangan.
Kolaborasi itu mempertemukan dunia akademik, terutama hasil riset herbal dan kosmetika UGM, dengan industri.
Vmalety, jamu herbal berbentuk serbuk dengan rasa mixberry yang menyegarkan.
PAFI Kabupaten Kaur menekankan pentingnya penelitian ilmiah untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat herbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved