Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) telah menyelesaikan Survei Sosial Demografi Dampak Covid-19. Survei ini menyoroti dampak pandemi covid-19 terhadap perilaku dan persepsi masyarakat selaku responden.
Sebanyak 87.379 responden berhasil disaring untuk mengisi kuesioner secara daring. Responden terdiri dari 49,74% laki-laki dan 50,26% perempuan, yang semuanya berusia di atas 17 tahun.
Sejumlah temuan mengemuka dalam survei tersebut. Pertama, perbandingan perilaku responden tentang protokol pencegahan covid-19. Dari survei diketahui perempuan lebih baik dalam penerapan protokol pencegahan covid-19, dibandingkan kaum pria.
Baca juga: Sambut New Normal, Jokowi Minta Pengetatan Protokol Kesehatan
Hal ini dinilai dari 13 indikator dalam kuesioner. Di antaranya, pengetahuan physical distancing, tetap di rumah, penggunaan masker, sarung tangan, hand sanitizer, cuci tangan dengan sabun, menghindari menyentuh wajah, berjabat tangan, pertemuan di luar rumah, menyentuh benda di area publik, menghindari penggunaan transportasi umum, menjaga jarak 1-2 meter, serta memberitahu jika ada gejala sakit.
Hasilnya, perempuan mendapatkan kategori baik di enam indikator, sedangkan laki-laki hanya pada dua indikator. Kasubdit Indikator Statistik BPS, Windhiarso Ponco Adi Putranto, mengatakan banyak alasan yang melatarbelakangi jawaban responden.
"Misalnya, kecenderungan laki-laki berkerja di luar rumah atau sebagai kepala rumah tangga, yang mungkin relatif sulit untuk melakukan protokol pencegahan covid-19," jelas Windhiarso dalam seminar virtual, Sabtu (13/6).
Baca juga: Pasien dan Penyintas Kanker Berisiko Tinggi Terinfeksi Covid-19
Dari aspek perbandingan persepsi kekhawatiran akibat covid-19, perempuan relatif lebih khawatir dibandingkan laki-laki. Menurutnya, hal ini juga sejalan dengan penelitian di Inggris oleh ONS 14-27 pada Mei, di mana kekhawatiran perempuan tentang dampak covid-19 sebesar 71% dan laki-laki 59%.
Survei juga menunjukkan dampak covid-19 terhadap pendapatan responden. Dari segi pendapatan, responden yang bekerja dari rumah (WFH) saat pandemi covid-19, sekitar 42% mengaku pendapatan menurun, 57% tetap dan 1% meningkat. Untuk responden yang bergantian WFH dan masuk kantor, sebanyak 37% pendapatan menurun, 62% tetap dan 1% meningkat.
Responden yang masuk kantor seperti biasa sebanyak 40% pendapatannya turun, 58% tetap dan 2% meningkat. Bagi responden yang tidak bisa WFH, sekitar 53% pendapatannya menurun, 46% tetap dan 1% meningkat.
Baca juga: Studi: Pria Botak Lebih Berisiko Terjangkit Covid-19
"Mereka yang pendapatannya menurun diduga karena sektor tempat bekerja paling terdampak. Seperti, transportasi, pariwisata, perdagangan dan rumah makan,” pungkasnya.
Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Deny Hidayati, menuturkan hasil penelitian mencerminkan perilaku masyarakat yang cukup baik. Dalam hal ini, terkait penerapan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, memakai masker dan isolasi mandiri.
"Ini hasil yang sangat menjanjikan untuk menekan penularan covid-19," ucap Deny.
Namun, Deny menyoroti variabel jenis kelamin yang mendominasi penyajian aspek sosial demografi, dengan membandingkan antara laki-laki dan perempuan. Baik terkait perilaku maupun produktivitas penduduk. Sedangkan, variable sosial demografi lain, terutama kelompok umur dan pendidikan, penjelasannya sangat terbatas.(OL-11)
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (yoy).
Hasil survei nasional ungkap tantangan dan rumuskan arah kebijakan baru.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Berdasarkan survei, mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Polri dan berharap dapat menjadi simbol supremasi sipil.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved