Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (25/8) membantah tuduhan bahwa ia bercita-cita menjadi seorang diktator. Namun, di saat yang sama, ia menyebut bahwa banyak orang justru tampak menginginkan hal tersebut.
“Orang-orang bilang, ‘Dia diktator, dia diktator.’ Tapi banyak juga yang berkata, ‘Mungkin kita ingin seorang diktator.’ Saya tidak suka diktator. Saya bukan diktator,” kata Trump menanggapi kritik lawan politiknya.
Pernyataan itu memicu perdebatan, terutama karena berbagai survei menunjukkan sebagian besar pendukung Trump semakin terbuka pada gagasan presiden dengan kekuasaan nyaris tanpa batas.
Sebuah survei University of Massachusetts Amherst tahun lalu menanyakan pandangan publik soal pernyataan Trump, yang mengaku ingin menjadi diktator “hanya untuk sehari”. Meski disebut sebagai lelucon, 74% pemilih Partai Republik mendukung ide tersebut.
Temuan lain menunjukkan kecenderungan serupa. Menurut Pew Research Center, 59% pendukung Partai Republik percaya masalah negara akan lebih mudah diselesaikan jika Trump “tak perlu terlalu mengkhawatirkan Kongres dan pengadilan”. Angka ini melonjak hingga 78% di kalangan pemilih yang sangat mengidentifikasi diri dengan Partai Republik.
Sejumlah survei lain bahkan mengungkap dukungan lebih ekstrem:
Data ini menggambarkan sekitar seperempat hingga sepertiga pemilih Partai Republik mendukung ide presiden dengan kekuasaan tak terbatas, bahkan jika itu berarti melanggar hukum dan konstitusi.
Fenomena ini menjelaskan mengapa banyak pendukung Partai Republik tidak menentang langkah Trump memperluas kekuasaan. Retorika “banyak orang menginginkan diktator” juga bisa dipahami sebagai upaya Trump melegitimasi manuver politiknya.
Selain itu, wacana pemerintahan otoriter semakin populer di kalangan sayap kanan ekstrem AS. Sejumlah tokoh, termasuk komentator konservatif Tucker Carlson, kerap menyuarakan gagasan bahwa Amerika sedang bergerak menuju model pemerintahan yang lebih keras.
Dengan kondisi ini, pernyataan Trump dinilai bukan sekadar bantahan, melainkan juga sinyal kepada basis pendukungnya bahwa gagasan memperkuat kekuasaan presiden bisa diterima publik. (CNN/Z-2)
Fadli Zon membela Presiden Prabowo Subianto dari kritik yang menuding adanya kebangkitan militerisme di masa pemerintahannya.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebagai diktator tanpa pemilu.
"Ada konteks yang hilang dalam terjemahan wawancara saya dalam bahasa Belanda,"
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (yoy).
Hasil survei nasional ungkap tantangan dan rumuskan arah kebijakan baru.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Berdasarkan survei, mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Polri dan berharap dapat menjadi simbol supremasi sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved