Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
FEDERASI Perhimpunan Palang Merah Internasional (IFRC) menggelar telekonferensi bersama seluruh perwakilan palang merah dunia. Di Indonesia, pertemuan virtual itu juga dihadiri oleh Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla.
Rapat ini juga berkaitan dengan mitigasi yang dilakukan PMI terkait dengan Covid-19. Diskusi ini mengawali conference call Sekjen Federasi Perhimpunan Palang Merah Internasional (IFRC) dengan pimpinan perhimpunan palang merah sedunia yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat untuk membahas tentang 3 hal utama.
Pembahasan akan meliputi pernyataan bersama tentang kebutuhan mendesak untuk memulai kembali kegiatan imunisasi rutin yang terdampak karena adanya pandemi covid -19 dan operasionalisasi peluncuran layanan vaksinasi oleh IFRC dan jejaring dengan menggunakan strategi yang disesuaikan untuk memastikan vaksin disampaikan dengan cara yang aman, terutama di komunitas yang paling rentan.
Pembahasan lainnya berkaitan dengan pengembangan kampanye global untuk mengadvokasi akses imunisasi dan mendukung peluncuran vaksin COVID-19 ketika tersedia.
Pertemuan itu juga berkaitabn dengan temuan Organisasi KesehatanDunia (WHO) yang menyorotii setidaknya 80 juta anak di bawah usia satu tahun di 68 negara, berada pada peningkatan risiko penyakit seperti Difteri, campak dan polio sebagai dampak pandemi covid-19 yang mengganggu upaya vaksinasi rutin dan kampanye imunisasi.
Jumlah ini mengkhawatirkan dan mengarah pada dampak sekunder yang menghancurkan dari pandemi. Hal ini mendapat tanggapan dari IIFRC di Jenewa untuk mendukung secara luas imunisasi rutin dan kampanye vaksinasi sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit dan layanan kesehatan.
Baca juga : Belajar Daring Kurang Efektif, Alasan Orang Tua Enggan Bayar SPP
Sejalan dengan hal tersebut, Jusuf Kalla mengatakan dalam penanganan covid-19, selain upaya mitigasi diperlukan juga upaya untuk melakukan imunisasi kepada masyarakat.
“PMI memiliki Relawan sampai tingkat bawah untuk melakukan kampanye imunisasi yang tentunya dengan koordinasi dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan dari covid-19, “ jelas Jusuf Kalla dalam keterangan resmi, Rabu (10/6).
Lebih lanjut JK mengatakan, Dengan dukungan IFRC PMI siap untuk memobilisasi relawan dan mengimplementasikan kegiatan ini.
"Nanti kita juga butuh dukungan dan panduan pelatihan dan pembekalan kepada relawan yang akan bertugas serta berkoordinasi dengan pihak lain serta sistem untuk mempermudah kerja di lapangan," jelasnya.
Selain dari kapasitas yang dimiliki oleh PMI, tetap diperlukan koordinasi terkait dengan penyebaran wabah covid-19, dikarenakan apabila masyarakat atau pasien yang akan diimunisasi pernah terkena covid-19, perlu dilakukan upaya lebih lanjut.
Sebelumnya PMI pernah bekerjasama dengan Federasi Palang Merah Internasional dan Palang Merah Amerika dan membantu program Nasional Pemerintah Indonesia dalam kampanye pelaksanaan Imunisasi Campak Rubella atau measles rubella (MR), dengan memobilisasi 1.961 relawan PMI dan relawan masyarakat untuk menjangkau kelompok masyarakat secara langsung dengan melakukan kampanye dan membantu untuk menjangkau anak jalanan yang belum mendapatkan vaksinasi. (OL-7)
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Berdasarkan data Kemenkes hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat sebanyak 10.453 kasus suspek campak, dengan 8.372 kasus terkonfirmasi dan enam kasus kematian.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
LONJAKAN kasus campak yang terjadi belakangan ini dinilai menjadi indikator menurunnya kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat
Di Indonesia, jadwal imunisasi anak saat ini mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan serta panduan terbaru dari IDAI yang diperbarui pada 2024.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved