Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
JARINGAN Pemantau Pendidikan Indonesia ( JPPI) mengusulkan Kemendikbud agar pelaksanaan Tahun Ajaran Baru 2020 diundur menjadi Januari 2021.
JPPI juga menilai proses Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) yang sedang berjalan terlalu dipaksakan hanya untuk mengikuti kalender pendidikan, tanpa mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi yang mendera masyarakat Indonesia, khususnya rakyat kecil.
" Dampak pandemi covid 19 membuat masyarakat kesulitan. Untuk makan saja, mereka tak tercukupi, apalagi untuk bayar pendaftaran sekolah, uang gedung, dan juga kuota internet untuk mengawal proses PPDB. Kami menilai sebagai kebijakan yang tidak manusiawi, " kata Koordinator JPPI Ubaid Matraji di Jakarta, Senin (8/6)
Ubaid mengutarakan kala pandemi ini, JPPI mendapat banjir pengaduan dari masyarakat terkait rencana pemerintah untuk membuka kembali sekolah, juga soal memaksakan PPDB dan tahun ajaran baru bulan Juli 2020.
Dari semua pengaduan yang terkumpul, hanya ada 24% yang setuju dengan PPDB dan tahun ajaran baru pada Juli 2020.
Sisanya, sebanyak 59% setuju diundur sampai situasi pandemi berakhir, dan sejumlah 17% yang setuju diundur pada Januari 2021*.
".Ini menunjukkan bahwa masyarakat memang masih belum siap untuk menghadapi tahun ajaran baru, " tegasnya.
Sejumlah alasan mereka tidak setuju PPDB di bulan ini dan mereka juga menolak kalender pendidikan akan dimulai Juli 2020, menurut Ubaid antara lain, pertama para orang tua terkendala ekonomi karena terdampak covid. Biaya SPP semester saja banyak yang menunggak, apalagi harus membayar untuk PPDB. Banyak uang yang harus dikeluarkan oleh orang tua saat PPDB. "Kenyataannya proses PPDB tetap berbayar, apalagi di jenjang SMA/SMK/MA, dan juga sekolah-sekolah swasta. Ini sangat memberatkan orang tua, " tegasnya.
Baca juga :Mendagri Minta Pemda Segera Cairkan NPHD Pilkada sebelum 15 Juni
Kedua, PPDB online tidak akan berjalan efektif. Pada situasi normal saja, seperti pada tahun- sebelumnya, PPDB online menuai banyak masalah, apalagi sekarang situasi pandemi, tentu sangat tidak efektif. Tahun lalu, PPDB online saja harus menggantri datang ke sekolah dari subuh untuk bisa memasukkan data, bagaimana dengan sekarang? Kemungkinan besar kekacauan akan kembali terulang.
Ketiga,khawatir terpapar covid karena pandemi belum usai. Ini dihawatirkan oleh orang tua karena anak-anak berpeluang besar terpapar covid-19. Banyak sekolah yang belum siap menerapkan protocol covid-19 karena keterbatasan sarana dan juga sumber daya.
Ke empat, pembelajaran online berjalan tidak optimal.Selama pandemi, pembelajaran dilakukan di rumah dengan menggunakan cara online. Ini berjalan tidak efektif, karena keterbatasan sarana dan juga akses.
Ke lima, kesiapan guru dan tenaga kependidikan. Saat ini banyak guru dan tenaga kependidikan yang terdampak covid 19. Banyak diantara mereka juga terkendala dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Tentu saja jika ini dipaksakan, pembelajaran tidak akan optimal.
JPPI juga mengusulkan Kemendikbud menerbitkan kurikulum pandemi.Selama pandemi, pemerintah harus mengoptimalkan pembelajaran via daring dan juga non-daring bagi masyarakat yang tidak punya akses internet. Supaya optimal, pemerintah harus menyipakan kurikulum dalam situasi pandemi. Jadi, bukan seperti sekarang yang sedang berjalan, kurikulum normal dipraktikkan di kala pandemi.
JPPI minta Kemendikbud melakukan capacity building bagi para guru dan orang tua.. Dalam situasi pandemi, peran guru dan orang tua sangat penting dalam proses pembelajaran. Banyak guru dan orang tua yang belum siap mendampingi anak belajar dalam situsi pandemi, mereka harus dibekali dengan berbagai kemampuan dan juga keterampilan secara kreatif dan inovatif.
Pemerintah diminta terapkan protokol kesehatan di sekolah.
"Sambil menunggu pandemi usai, sekolah dan institusi pendidikan lain perlu mempersiapkan diri menerapkan protokol kesehatan. Ini langkah pencegahan supaya tidak terjadi penyebaran covid-19 di sekolah jika swaktu-waktu sekolah dibuka kembali, " pungkasnya.( OL-2)
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
SEMBILAN puluh hari setelah banjir melanda Aceh, beberapa anak kembali duduk di bawah tenda biru yang difungsikan sebagai ruang kelas darurat.
Penundaan ini murni merupakan langkah taktis untuk menjaga stabilitas anggaran di tengah pemotongan dana transfer dari pusat.
PENDIDIKAN bermutu tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari tangan-tangan guru yang bekerja dengan dedikasi, ketenangan batin, dan rasa aman dalam menjalani profesinya.
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
TEDxSVP mendorong peserta untuk melihat perubahan sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk tumbuh sekaligus memberi dampak positif.
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Usia 58 tahun menjadi bukti perjalanan panjang dedikasi dan komitmen Labschool dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Wali Kota Tangerang menginstruksikan pembenahan total pada bangunan SD dan SMP Negeri agar memenuhi standar keamanan dan kenyamanan yang tinggi.
Pihak sekolah perlu menerapkan pendekatan yang bersifat edukatif dan kontekstual agar kebijakan pembatasan gawai tidak dipandang negatif oleh peserta didik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved