Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB Ali Khomsan menjelaskan berpuasa dapat memperpanjang usia. Pasalnya, ketika kita berpuasa terjadilah pembatasan asupan kalori (calorie restriction).
Bukti epidemiologis tentang pembatasan kalori dan usia panjang ditemukan pada penduduk Okinawa, Jepang, yang banyak di antaranya bisa mencapai umur lebih dari 100 tahun.
"Kuncinya adalah mereka mengonsumsi kalori sebanyak 60%-83% dibandingkan orang Jepang pada umumnya. Jadi dengan berpuasa kita berpeluang mencapai umur lebih panjang, karena di saat puasa umumnya kita hanya makan 80% dari asupan kalori sehari-hari," kata Ali, Sabtu (25/4).
Ia membeberkan, proses perubahan kalori menjadi energi dalam tubuh memerlukan kehadiran oksigen. Adapun, dengan membanjirnya oksigen akan datang pula radikal bebas yang bila berlebihan akan mengganggu kesehatan. "Sebab itu, puasa berarti mengurangi bahaya radikal bebas pencetus penyakit degeneratif yang dapat menyebabkan kematian," katanya.
Ali menambahkan berpuasa dengan benar sangatlah penting. Saat berbuka puasa, kita sebaiknya mendahului dengan makanan yang manis-manis. Dirinya menganjurkan masyarakat untuk mengonsumsi buah kurma.
Pasalnya, kurma yang sudah masak mengandung glukosa dan fruktosa yang merupakan sumber energi siap pakai, sehingga dalam beberapa menit setelah makan kurma tubuh akan segera memperoleh energi.
"Kurma mengandung mineral potasium 260% lebih tinggi dibanding jeruk dan 64% lebih tinggi dibanding pisang. Mengonsumsi kurma membantu memenuhi kebutuhan tubuh akan potassium. Potassium ini dapat menurunkan tekanan darah dan membuat dinding pembuluh darah tetap elastis," jelasnya. (R-1)
Puasa dapat meningkatkan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), sebuah protein yang memiliki peran krusial dalam fungsi kognitif dan kemampuan seseorang dalam meregulasi emosi.
Tradisi munggahan merupakan strategi sosial untuk memperkuat solidaritas, memperbarui relasi, dan menjaga identitas budaya.
Pada dasarnya, puasa tidak memberikan dampak buruk secara langsung terhadap sistem kelistrikan jantung pasien.
Ayat ini menegaskan tujuan utama puasa adalah takwa, yakni kesadaran moral spiritual yang melahirkan kepatuhan, kejujuran, dan tanggung jawab baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menegaskan bahwa pasien dengan gangguan irama jantung pada umumnya tetap dapat menjalankan puasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved