Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
ALAT pelindung diri (APD) merupakan hal krusial dalam upaya melawan virus korona (covid-19). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkirakan kebutuhan APD di Tanah Air mencapai 8 juta unit selama pandemi.
"Kalau kita hitung sampai Juni dengan estimasi 20 ribu kasus dan bisa saja melebihi, terakhir kita perkirakan kebutuhan APD mencapai 8 juta," ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Arianti Anaya, Senin (13/4).
Baca juga: Hadapi Covid-19, Pengadaan Alat Pelindung Diri Semakin Digenjot
Minimnya stok APD menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Kendati demikian, Kemenkes berupaya untuk memenuhi kebutuhan APD, mulai dari meningkatkan produksi dalam negeri hingga melakukan impor.
Dari dalam negeri, pihaknya berupaya agar produksi APD dipermudah dengan relaksasi perizinan bagi pelaku usaha. Relaksasi itu melalui kemudahan permohonan dan persyaratan yang harus dipenuhi pelaku usaha untuk memproduksi APD. Kemenkes akan memberikan izin dalam waktu 24 jam.
"Partisipasi usaha kecil menengah ini kita harus lakukan pembinaan juga. Apakah APD sudah sesuai dengan kebutuhan RS. Kita butuh partisipasi juga dari tenaga medis untuk menyeleksi. Apakah APD yang diproduksi masuk standar medis atau tidak," papar Arianti.
Baca juga: WHO: Kelangkaan Masker Bisa Menghambat Penanganan Covid-19
Pihaknya juga merelaksasi impor dengan menerbitkan dua regulasi, yakni Permenkes Nomor 7 Tahun 2020 dan Kepmenkes Nomor 218 Tahun 2020. Dalam aturan tersebut, pengusaha yang akan mengimpor alat kesehatan terkait penanganan covid-19, seperti APD, alat rapid test, alat PCR, hingga ventilator, tidak memerlukan izin edar dan rekomendasi dari Kemenkes.
Hingga saat ini, Indonesia telah mendistribusikan sebanyak 500 ribu APD ke sejumlah provinsi. "Dari data per 2 April sudah cukup banyak, hampir 500 ribu APD sudah kita sebarkan. Setiap provinsi rata-rata sudah mendapatkan lebih dari 3 ribu APD. Terbanyak di DKI Jakarta, yang sudah didistribusikan sekitar 50 ribu APD," tuturnya.(OL-11)
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Tambang Emas Gosowong yang dikelola oleh PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggelar apel pembukaan di lapangan sepak bola Gosowong
KERJA keras Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sumatra Utara mendapat dukungan Temasek Foundation Singapore
Adanya tambahan dana pilkada seharusnya protokol kesehatan ditingkatkan agar tidak terjadi peningkatan pasien covid-19.
Penggalangan dana telah dimulai sejak 29 April 2020, dan berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp310.662.352. Dana tersebut disalurkan dalam bentuk 10.000 masker kain dan 500 set APD lengkap.
RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, meminta dana insentif covid-19 bagi para petugas instalasi pemulasaraan jenazah segera dicairkan oleh Kementerian Kesehatan.
Kegiatan tersebut berupa pembagian bantuan alat pelindung diri (APD) di fasilitas umum terutama sekolah dan tempat keramaian lainnya yang ramai dikunjungi masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved