Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

 1.344 Orang Ikut Rapid Test secara Drive Thru di Kemkominfo

Mediaindonesia.com
11/4/2020 09:25
 1.344 Orang Ikut Rapid Test secara Drive Thru di Kemkominfo
Kemkominfo menggelar rapid test atau tes cepat untuk 1.344 orang dalam tiga hari dengan sistem drive thru.(Istimewa/Kemenkoinfo)

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar rapid test atau tes cepat untuk 1.344 orang dalam tiga hari dengan sistem drive thru.

"Ini memang bukan untuk diagnosa virus korona atau covid-19 secara langsung, melainkan untuk melihat respons antibodi di dalam tubuh. Jadi hasil pengukuran akan menjadi deteksi awal pemeriksaan lebih lanjut. Kita selenggarakan untuk pekerja media karena salah satu profesi yang paling berisiko adalah mereka," tutur Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (8/4). 

Menurut Johnny, inisiatif itu selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo. "Pak Jokowi menyatakan dalam situasi saat ini dibutuhkan gotong royong dan komunikasi yang baik. Nah, kami ingin memastikan kesehatan pekerja media agar tetap dapat menjalankan kerja jurnalistik dan tetap bisa menyampaikan informasi terkait covid-19 kepada masyarakat," tuturnya. 

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI yang berlangsung secara virtual, Selasa (7/4), Johnny menyatakan pelibatan unsur pentahelix, yakni pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media dalam mendukung penanganan dampak covid-19. 

“Kami memanfaatkan betul jejaring kerja sama pentahelix. Karena untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus kolaboratif dan sistematis. Oleh karena itu, kami berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait maupun pemerintah daerah. Kemudian juga dengan masyarakat, akademisi, dunia usaha dan media,” tuturnya. 

758 Pekerja Media Mendaftar
Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti menyatakan, hingga Selasa (7/4), tercatat sebanyak 758 pekerja media terdaftar dalam tes cepat yang digelar Kementerian Kominfo bekerja sama dengan Halodoc. 

"Hari ini pelaksanaannya mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. Ada 758 pekerja media yang mendaftar. Yang telah datang melakukan rapid test sebanyak 350 orang. Semua kita layani dengan cara drive thru," ujarnya.

Menurut Niken, layanan pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi Halodoc. Selanjutnya, pemeriksaan dilakukan oleh tim Halodoc. 

Dalam pemeriksaan, lanjut dia, peserta tidak perlu turun dari kendaraan pribadi masing-masing. "Hasil pemeriksaaan akan diberitahukan melalui aplikasi," tambah Niken.

Selain pekerja media, rapid test juga diikuti 994 pegawai Kementerian Kominfo. Total, tes cepat telah diikuti oleh 1.344 orang. 

Tes cepat covid-19 merupakan metode pemeriksaan untuk melacak infeksi virus SARS-CoV-2 dengan mengambil sampel darah. 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan rapid test tidak diarahkan untuk menegakkan diagnosa. Sebab, rapid test yang digunakan adalah yang berbasis pada respons imunologi. “Kita tahu kalau virus masuk ke dalam tubuh kita, tubuh secara otomatis akan membentuk antibodi yang akan kita ukur dan inilah yang kemudian akan dideteksi,” tuturnya. (X-15)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya