Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan akan menambah rumah sakit (RS) rujukan penanganan virus korona atau covid-19 hingga empat kali lipat.
"RS rujukan akan terus dikembangkan 3 sampai 4 kali lipat dari 132 RS, sampai nantinya berjumlah 492. Saat ini yang berproses ada 102 RS," kata Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kemenkes Trisa Wahjuni Putri di Jakarta, Kamis (9/4).
RS tersebut meliputi RS milik pemerintah dan swasta. Adapun, penambahan tersebut akan dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia, terutama wilayah dengan lokal transmisi.
Baca juga: Pemerintah Mengapresisi Umat Nasrani Penuhi Pembatasan Fisik
Adapun, Trisa menyatakan jumlah tenaga ahli kesehatan yang meliputi dokter spesialis paru, hingga dokter spesialis penyakit dalam di 132 RS rujukan berjumlah 1.728.
Trisa menyebut, pemenuhan tenaga kesehatan saat ini memang menjadi kendala tersendiri. Meningkatnya kasus yang terus-menerus, menuntut fasilitas kesehatan untuk terus berkembang. Otomatis, kebutuhan tenaga kesehatan juga semakin banyak.
"Dalam kondisi kasus makin meningkat, upaya penyiapan fasilitas semakin gencar, penguatan pada pelayanan kesehatan, menambah RS darurat covid-19, seperti Wisma Atlet, ini tantangan. Kita memang belum siap merespons RS dengan tenaga yang ada," ujarnya.
Baca juga: Update: Pasien Positif Korona Sembuh Tambah 30 Orang
Trisa menyatakan pihaknya terus berupaya untuk memperkuat kebutuhan tenaga kesehatan. Hal itu dilakukan dengan cara melibatkan tenaga kesehatan di berbagai bidang, mulai dari tenaga kesehatan di puskesmas untuk menjalankan upaya promotif dan preventif.
"Pembekalan pelatihan praktis kepada tenaga kesehatan juga kita lakukan, kita kerja sama dengan dirjen Pelayanan Kesehatan, bagaimana kita memutus rantai penularan dan melakukan tracing agar tertangkap siapa-siapa yang berpotensi. Selain itu, penguatan tenaga kesehatan juga dilakuakn dengan menghimpun relawan," tandasnya. (X-15)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved