Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Rapid test yang tengah dilakukan pemerintah Indonesia dinilai efektif untuk mempercepat penemuan kasus positif covid-19 di tengah masyarakat. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Amin Soebandrio.
"Rapid test ini diharapkan bisa sebagai alat screening. Ini efektif digunakan di rumah sakit untuk screening awal. Misalnya ada pasien yang demam sesak nafas. Kalau pakai PCR kan membutuhkan waktu lama. Ini lebih efisien dan bisa digunakan untuk tes massal," kata Amin kepada Media Indonesia, Minggu (29/3).
Amin menegaskan fungsi utama dilakukannya rapid test hanya sebatas pada deteksi dini. Pasalnya, sensitivitas alat rapid test memang tidak akan bisa disamakan dengan PCR (Polymerase chain reaction).
"Sensitivitas hanya sekitar 70%. Tentunya bisa dimanfaatkan untuk mengetahui kalau di masyarakat ada menunjukkan gejala ringan, sehingga perlu periksa. Ini bisa ditangkap rapid test," jelasnya.
Baca juga: IDI: Tingkat Akurasi Deteksi Covid-19 dengan Rapid Test Capai 95%
Berdasarkan pengalaman negara Korea Selatan dan Jepang, meskipun belum dapat dipastikan apakah alat rapid test yang digunakan sama, tapi metode tersebut dapat membantu mempercepat penemuan kasus dan penanganan.
"Perlu diketahui rapid test hanya mampu mendeteksi antibodi yang terbentuk dalam tubuh manusia, tapi tidak bisa langsung mendeteksi adanya virus spesifik. Jadi, rapid test ini tidak akan bisa menggantikan PCR. Makanya orang yang sudah positif, harus tetap dites pakai PCR," ujar Amin.
Oleh karena itu, lanjut Amin, untuk yang hasilnya dinyatakan negatif, belum tentu juga bisa terbebas dan bisa sembarangan ke luar rumah. "Namun, tes ini bisa untuk meningkatkan awareness, waspada kalau-kalau kita semua menjadi carrier," tandasnya. (OL-14)
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
SENTRA Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Polres Kebumen, Jawa Tengah, memastikan setiap makanan MBG yang akan disalurkan kepada penerima manfaat telah melalui proses rapid test.
Vulvovaginitis yang bergejala keputihan, nyeri, dan gatal amatlah mengganggu. Ketepatan diagnosis menentukan efektivitas pengobatannya.
Testing dan tracer dilakukan untuk Mencegah terjadinya klaster Covid-19 di lingkungan sekolah selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Gus Muhaimin mendesak aparat kepolisian dan dinas terkait untuk mengusut temuan ribuan limbah bekas alat tes antigen di sepanjang pantai di Selat Bali.
Akses tes Covid-19 yang cepat dan andal, dan mengurangi penyebaran infeksi seiring semakin banyaknya orang kembali melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari di Indonesia.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan tarif baru untuk layanan Rapid Test Antigen di Stasiun dari sebelumnya Rp45.000 menjadi Rp35.000.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved