Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SENTRA Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Polres Kebumen, Jawa Tengah, memastikan setiap makanan MBG yang akan disalurkan kepada penerima manfaat telah melalui proses rapid test. Tes ini dilakukan untuk menjamin keamanan makanan sebelum distribusi dilakukan.
Kepala SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Kebumen, Itang Manthofani, mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menyalurkan bantuan kepada 2.147 penerima manfaat di berbagai wilayah. Ia menegaskan bahwa seluruh makanan yang dibagikan melalui program Mobil Bergizi (MBG) telah memenuhi standar gizi seimbang serta aman dikonsumsi.
“Sebelum distribusi, MBG kami lakukan rapid test untuk memastikan kesehatan dan kebersihannya. Nilai gizinya juga disesuaikan dengan standar BGN,” ujar Itang saat memantau penyaluran bantuan di SMK Taruna Adi Bangsa, Senin (3/11).
Menurut Itang, program SPPG tidak sekadar memberikan makanan kepada pelajar, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk menyiapkan masa depan generasi muda yang sehat dan cerdas. “Kami ingin memastikan anak-anak tumbuh menjadi generasi kuat dan berdaya saing,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kapolres Kebumen AKB Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Komisaris Faris Budiman menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kualitas setiap makanan yang disalurkan.
“Semoga anak-anak senang dan terbantu dalam pemenuhan gizi seimbangnya. Kami juga berharap seluruh pihak dapat mendukung agar SPPG Polres Kebumen bisa berjalan lancar dan berkelanjutan,” kata Komisaris Faris.
Program pemenuhan gizi melalui SPPG Polres Kebumen ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, terutama para pelajar penerima manfaat. Di SMK Taruna Adi Bangsa Mirit, antusiasme tampak jelas setiap kali mobil MBG datang membawa makanan bergizi.
Salah satu penerima manfaat, Arif Nurrohman, siswa kelas XI asal Desa Winong, Kecamatan Mirit, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran program tersebut. “Sebelum ada MBG, saya hanya bisa melihat teman-teman jajan karena uang saku pas-pasan. Sekarang, saya bisa makan bersama teman-teman,” ungkap Arif.
Ia menuturkan, program MBG tidak hanya membantu dari sisi gizi, tetapi juga meningkatkan semangat belajar para siswa. “Saya jadi lebih fokus di kelas setelah rutin mendapat makanan bergizi. Terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo dan Pak Kapolri yang sudah menghadirkan MBG di sekolah kami,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Bambang Sarwono, Humas SMK Taruna Adi Bangsa. Ia mengatakan, banyak siswa di sekolahnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, sehingga program MBG menjadi bentuk perhatian nyata terhadap kesejahteraan pelajar.
“Program ini benar-benar ditunggu-tunggu. Setiap kali mobil MBG datang, anak-anak langsung bahagia,” tutur Bambang. Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut karena sangat penting untuk mendukung kesehatan generasi muda.
“Anak-anak ini adalah calon generasi emas 2045. Memenuhi kebutuhan gizi mereka berarti berinvestasi untuk masa depan bangsa,” tegasnya. (H-3)
BGN menargetkan peningkatan kualitas layanan Program Makan Bergizi (MBG) pada 2026 melalui penerapan akreditasi dan sertifikasi bagi seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
BGN sangat mengapresiasi langkah Pemprov DIY yang telah menyiapkan program Lumbung Mataram di desa-desa, sebagai pemasok bahan baku pangan untuk SPPG
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
Program MBG yang disalurkan oleh SPPG Mutiara Keraton Bogor yang dikelola oleh Jimmy Hantu atau Sujimin berjalan lancar di SMP Negeri 1 Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kapolda Sumatra Utara Irjen Whisnu Hermawan Februanto menyampaikan peresmian yang dilakukan di Kabupaten Toba merupakan peresmian perdana SPPG dari jajaran Polda Sumatera Utara
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) dipastikan akan tetap berjalan. Program MBG saat ini tengah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Bandung.
Apalagi setiap harinya para siswa mendapatkan buah-buahan, komoditas yang boleh dibilang mewah bagi sebagian siswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved