Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK hanya memelopori toko zero waste di Jakarta untuk membantu mengatasi permasalahan sampah, Adi Asmawan mengaku kini juga menerapkan konsep hidup yang mempedulikan dampak lingkungan. Lewat gaya hidup minimalis, ia menyebutnya sebagai salah satu cara untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Sebelum menggawangi Saruga, Adi mengaku kerap konsumtif dalam menghabiskan uang untuk berbelanja bulanan di pasar swalayan.
"Dulu lima tahunan lalu, saya belanja bulanan itu Rp10 juta, hanya untuk belanja kebutuhan lemari di dapur, bisa Rp12 juta belum jajannya, Rp8 juta minimal. Dulu Rp12 juta selesai belanja 4 jam di supermarket masuk bagasi mobil ke rumah, di tengah jalanan beli martabak berhenti lagi, padahal yang di dalam mobil belum tentu semuanya mau," ungkap Adi.
Setelah menyadari bahwa gaya hidup konsumtif ternyata memiliki dampak signifikan bagi lingkungan yang dapat memacu timbunan sampah, Adi kemudian berupaya mengendalikannya. Ia lantas beralih melakoni hidup yang serbakecukupan dengan mulai memilah antara kebutuhan dan keinginan.
"Sekarang saya belanja bulanan paling tinggi Rp3,5 juta. Rp4 juta sudah sama jajan, jadi berkurang setengah. Rp4 jutanya bisa buat saving. Rp4 juta kalau saya belanjain produk pangan, hitung aja setengahnya itu bujetnya kemasan. Setengahnya produk isinya setengahnya kemasan, Rp2 juta. Uang Rp2 juta dibeliin plastik berapa banyak plastiknya? Itu yang saya bisa kurangi selama 5 tahun," terang Adi.
Tak hanya berusaha menekan dorongan konsumtif, Adi juga mengaku kini lebih memberikan waktu untuk memperhitungkan dan mengukur kebutuhan yang diperlukan dirinya ataupun keluarganya dalam rentang waktu tertentu. Misalnya, dengan mengomunikasikan dengan anggota keluarganya perihal apa yang hendak dimasak atau dihidangkan di meja makan rumahnya. Dengan mengetahui takarannya, sambung Adi, ia pun mengetahui batas cukup, yang lebih lanjut dapat mengurangi sumbangan sampah organik rumah tangga --yang menjadi penyumbang sampah tertinggi.
"Di rumah hampir engga pernah ada sampah sisa makanan, hanya sedikit. Sebelum makan kita diskusi dulu, malam kita mau makan apa? Takarannya kita tahu, datanya itu kan sampah organik paling banyak ketimbang sampah yang lain, menurut data semuanya dari makanan. Jadi ternyata malam itu, saya buat makan bertiga itu cukup makan nasi 'segini'. Satu minggu 2 liter beras itu enggak habis, malah kadang bisa sampai dua minggu, jadi sebulan berapa? Cuma 5 liter. Terus buat apa sebulan beli 25 liter?" tutur Adi.
Selepas menamatkan bangku kuliah di jurusan desain produk, Adi yang berkecimpung di dunia professional conference organizer (PCO) selama belasan tahun pun hijrah menyelami isu sampah dan lingkungan secara autodidak sejak 2015. Selain mempelajari seluk-beluk permasalahan sampah secara autodidak, Adi juga mengaku belajar ke komunitas-komunitas yang telah malang melintang mengurusi isu sampah sejak lama, misalnya, belajar ke komunitas YPBB (Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi) di Bandung. Dari situlah, ia kemudian berkenalan dengan komunitas-komunitas lain yang memiliki misi sama dalam isu permasalahan sampah dan keberlanjutan (sustainability), tapi dengan fokus yang berbeda-beda--sebelum akhirnya mendirikan bisnis model baru, Saruga, pada 2018.
"Pokoknya dari 3 tahun pertama itu (sebelum membuka Saruga), saya belajar dulu tentang sampah, perbedaan dari macam-macam tipe plastik, kenapa bisa jadi mikroplastik, pokoknya semuanya saya pelajari. Setelah itu saya mulai bikin business plan-nya retail," ujar Adi.
Meninggalkan pekerjaan lamanya, Adi mengungkapkan kini total 100% dalam mengelola Saruga. Ia mengaku pada awalnya tergerak mempelajari isu sampah berangkat dari permasalahan dan kekhawatiran pribadi atas problem maraknya membakar sampah di lingkungan tempatnya tinggal. Aktivitas yang masih kerap dilakukan banyak masyarakat Indonesia itu tidak hanya mengganggu, tapi membakar sampah juga disebutnya berbahaya bagi lingkungan ataupun manusia.
"Menghirup asap hasil orang bakar sampah, malam itu ketika saya pikir untuk berhenti kerja, mau usaha itu saya alami lagi dan itu saya alami setiap hari selama bertahun-tahun. Kesabaran saya habis, tapi akhirnya saya sadar, ini kenapa ya enggak selesai-selesai urusannya, kenapa orang bakar sampah, kenapa harus ada sampah, dari mana asalnya sampah. Jadi lima tahunan yang lalu akhirnya saya memutuskan untuk mempelajari segala macam permasalahan sampah," pungkasnya. (Uca/M-2)
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyoroti pengelolaan sampah di sejumlah terminal bus yang dinilai masih jauh dari standar lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menyatakan rest area menjadi salah satu titik penting untuk mendorong perubahan budaya pengelolaan sampah di masyarakat.
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono menyoroti potensi lonjakan jumlah pemudik pada musim mudik Lebaran 2026.
Melalui pendekatan edukasi dan pemanfaatan teknologi, program-program ini bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan akhir sekaligus memberdayakan masyarakat.
Anggota DPR RI Arif Riyanto Uopdana mendorong pembangunan TPS 3R dan TPA modern di Pegunungan Bintang demi atasi masalah sampah di Oksibi
Longsor sampah di TPST Bantargebang menjadi peringatan bagi tata kelola sampah Jakarta. Pemprov DKI diminta memperkuat pemilahan dari rumah dan pemberdayaan bank sampah.
Oleh karena itu, Prabowo meyakini konsep pohon industri sebagai bagian dari kebijakan hilirisasi pemerintah perlu segera diberlakukan terhadap seluruh komoditas strategis.
Minuman ini terkenal di seluruh dunia karena memiliki aroma khas, rasa pahit yang unik, serta kandungan kafein yang dapat membantu meningkatkan energi dan kewaspadaan.
Kopi luwak dikenal dengan proses produksi unik melalui fermentasi alami oleh Asian Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus).
Meskipun konsumsi kopi atau teh secara umum tidak mengganggu kesehatan secara keseluruhan, Ali menekankan adanya dampak turunan yang perlu diwaspadai.
Studi Harvard selama 43 tahun ungkap rutin minum 2-3 cangkir kopi atau teh sehari dapat kurangi risiko demensia dan melindungi fungsi otak dari kerusakan sel.
Industri kopi melibatkan jutaan tenaga kerja dari hulu ke hilir. Ekosistemnya mencakup petani, pengolah, roaster, distributor, kedai kopi, barista, event, komunitas, dan platform digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved