Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Karakter Jenama dan Ruang Inklusif Jadi Penentu Daya Tahan Kedai Kopi Urban

Naufal Zuhdi
04/2/2026 07:52
Karakter Jenama dan Ruang Inklusif Jadi Penentu Daya Tahan Kedai Kopi Urban
Ilustrasi(Antara)

Industri kedai kopi di Jakarta kian kompetitif seiring menjamurnya konsep visual dan pengalaman ruang yang ditawarkan. Saat ini, konsumsi kopi di kalangan urban tidak lagi semata soal kebutuhan kafein, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari identitas, gaya hidup, dan ruang interaksi sosial, terutama bagi generasi muda kota besar.

Perubahan pola konsumsi ini ditangkap oleh Gould Coffee & Eatery, yang baru saja meresmikan perluasan ruang usahanya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Ekspansi tersebut menandai satu tahun perjalanan bisnis mereka di sektor makanan dan minuman ibu kota, sekaligus mempertegas arah konsep yang diusung: adaptasi budaya kafe ala Melbourne, kota yang dikenal luas sebagai salah satu barometer inovasi kopi dunia.

Pemilik Gould Coffee & Eatery, Marvy Jonathan dan Vanessa Rae, menjelaskan bahwa langkah ekspansi ini merupakan respons langsung terhadap perubahan perilaku konsumen milenial dan Gen Z. Bagi segmen ini, kedai kopi berfungsi sebagai third space atau ruang alternatif di luar rumah dan kantor yang bisa digunakan untuk bekerja, berdiskusi, hingga mengekspresikan diri di ruang digital.

“Perluasan ini kami lakukan untuk memperkuat posisi di tengah persaingan yang semakin ketat. Kami membawa atmosfer kafe Melbourne yang hangat dan inklusif, namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Jakarta,” ujar mereka dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (3/2).

Pengalaman kedua pendiri yang lama bermukim di Melbourne menjadi fondasi dalam merancang keseluruhan pengalaman pelanggan. Pendekatan yang diambil tidak berhenti pada desain ruang, tetapi juga tercermin dalam kurasi menu yang memadukan standar kafe Australia dengan selera lokal. Hidangan seperti Gyutandon dan Jam Donut dihadirkan sebagai representasi keragaman kuliner khas Melbourne yang kosmopolitan.

“Kami ingin menjadi destinasi bagi penikmat kopi dan bakery ala Australia, sekaligus tetap relevan dengan ritme dan gaya hidup urban Jakarta,” tambah mereka.

Dari perspektif industri, kemunculan kafe dengan karakter yang kuat menunjukkan semakin tajamnya segmentasi pasar di Jakarta. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga mencari nilai tambah berupa pengalaman yang personal, suasana yang nyaman, serta identitas brand yang jelas.

Ke depan, tantangan pelaku usaha kopi tidak hanya terletak pada menjaga kualitas rasa, tetapi juga pada konsistensi menghadirkan ruang yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan gaya hidup. Dengan rencana pembukaan cabang berikutnya, persaingan sektor F&B, khususnya di Jakarta Selatan, diperkirakan akan semakin menuntut inovasi berkelanjutan agar tetap relevan di mata generasi muda yang semakin kritis terhadap tren dan kualitas. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya