Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Peracik Kopi asal Pangalengan bakal Bersaing di Kejuaraan Dunia di Manila

Despian Nurhidayat
12/2/2026 11:45
Peracik Kopi asal Pangalengan bakal Bersaing di Kejuaraan Dunia di Manila
ilustrasi(Antara)

Racikan kopi Arabika dari dataran tinggi Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, segera menembus panggung internasional. Dedi Ramdani, pengolah kopi yang telah lebih dari 20 tahun menjadi mitra binaan PTPN I Regional 2, memastikan langkahnya ke kejuaraan kopi tingkat dunia di Manila, Filipina, pada Maret 2026.

Tiket internasional tersebut diraih Dedi setelah menorehkan prestasi sebagai silver winner dalam ajang Dry Arabica Champions Session 5 yang berlangsung di Jakarta, akhir Januari lalu. Dalam kompetisi yang diikuti 70 pengolah kopi terbaik dari berbagai daerah di Indonesia itu, kopi racikan Dedi mencatat skor 83,64, angka yang menempatkannya dalam kategori kopi spesial (specialty coffee).

Keunggulan Dedi terletak pada penguasaan teknik pascapanen. Ia mengandalkan metode natural anaerob untuk memaksimalkan karakter rasa dan aroma biji kopi Arabika yang dipanen dari kebun di sekitar tempat tinggalnya di Pangalengan.

“Alhamdulillah, pembinaan dari PTPN I sangat menentukan perjalanan saya. Mulai dari pendampingan, akses permodalan, sampai peluang ikut pameran. Dari situ, jalan menuju level internasional terbuka,” ujar Dedi saat ditemui di Bandung.

Prestasi tersebut turut berdampak langsung secara ekonomi. Kopi juara hasil racikan Dedi kini diminati berbagai kafe di dalam negeri, dengan harga jual mencapai Rp300.000 per kilogram—sebuah validasi pasar atas kualitas dan konsistensi produk.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menilai capaian ini mencerminkan keberhasilan program hilirisasi yang dijalankan perusahaan. Menurutnya, penguatan kemampuan pascapanen mitra binaan menjadi kunci peningkatan nilai tambah produk perkebunan nasional.

“Kami tidak berhenti di produksi hulu. Mitra binaan dibekali keahlian pengolahan agar produknya mampu bersaing di pasar global. Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi kerakyatan,” kata Teddy di Jakarta, Rabu (11/2).

Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, juga menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendampingi Dedi, baik dari sisi teknis maupun promosi, menjelang babak final dunia di Filipina.

Keberangkatan Dedi Ramdani ke Manila bukan sekadar perjalanan personal menuju kompetisi. Langkah ini menjadi representasi kopi Nusantara, hasil tangan petani lokal yang dipadukan dengan teknik presisi, untuk bersaing di jajaran elite peracik kopi dunia. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya