Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Kebangkitan Kopi Arabika Jawa Dorong Ekonomi Lereng Ijen

Andhika Prasetyo
13/11/2025 08:03
Kebangkitan Kopi Arabika Jawa Dorong Ekonomi Lereng Ijen
Petani memetik kopi arabika di Lereng Ijen.(PTPN I)

Upaya memperkuat ekonomi masyarakat di kawasan lereng Gunung Ijen mendapat dorongan baru. PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) resmi memulai program replanting kopi Arabika Jawa (Arabica Java Coffee) di Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada Selasa (11/11/2025). Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk merevitalisasi perkebunan dan menggerakkan ekonomi berbasis komunitas di wilayah tersebut.

Penanaman dilakukan di area seluas 293 hektare yang berada di Afdeling Kampung Malang, Rayon Kalisat Jampit, dan Blawan di bawah pengelolaan Regional 5. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyampaikan bahwa program ini merupakan implementasi dari agenda Hilirisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi daerah, dan mengurangi angka kemiskinan.

Kopi Arabika Jawa memiliki sejarah panjang dan reputasi tinggi. Inilah waktunya untuk membangkitkan kembali kejayaan kopi ini agar dapat menjadi komoditas unggulan nasional yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” ujar Teddy, Rabu (12/11).

Kopi Arabika Jawa yang dulunya populer hingga pasar Eropa sempat mengalami penurunan kualitas akibat penuaan tanaman dan produktivitas yang merosot. Melalui replanting, PTPN I berupaya mengembalikan kualitas dan produktivitas, sekaligus menjaga karakter khas kopi Kawah Ijen.

Program ini juga dirancang sebagai gerakan kolaboratif dengan warga. Puluhan masyarakat mengikuti tanam perdana dan akan dilibatkan dalam proses produksi sebagai mitra. “Ini bukan semata-mata kegiatan bisnis. Ini adalah ikhtiar membangun ekonomi bersama. Setiap bibit yang ditanam membawa peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata SEVP Operasional PTPN I Regional 5, Asep Sontani.

Sinergi antar BUMN pun diperkuat. PTPN I menggandeng PTPN IV melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) seluas 10.000 hektare dengan kopi sebagai fokus utama. Pemerintah daerah, balai penelitian, dan kelompok tani juga terlibat untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengurangi kualitas. “Kualitas dan produktivitas harus berjalan seiring. Itu kunci daya saing kopi kita,” ujar Region Head PTPN IV Regional 3, Ahmad Gusmar Harahap.

Lebih dari 3.000 pekerja lokal akan diberdayakan dalam proses pengelolaan, perawatan, hingga masa panen. Dukungan juga datang dari Serikat Pekerja Perkebunan (SP-BUN), tokoh masyarakat, dan aparat keamanan yang melihat program ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi sekaligus penguatan harmoni sosial.

Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata tanggung jawab sosial BUMN. “Kami tumbuh bersama masyarakat, memulihkan kejayaan, dan menyiapkan masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, kebangkitan kopi Arabika Jawa bukan hanya menghidupkan kembali komoditas khas Ijen, tetapi juga menjadi simbol pemulihan ekonomi masyarakat lereng Ijen. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya