Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Bukan Sekadar Kafein, Kopi Mengandung Senyawa yang Bisa Lawan Diabetes

Intan Safitri
21/1/2026 17:18
Bukan Sekadar Kafein, Kopi Mengandung Senyawa yang Bisa Lawan Diabetes
Manfaat kopi yang jauh lebih luas, termasuk potensi sebagai agen antidiabetes.(Dok. Freepik)

KOPI selama ini dikenal sebagai minuman berkafein yang membantu meningkatkan fokus dan kewaspadaan. Namun, penelitian terbaru mengungkap manfaat kopi yang jauh lebih luas, termasuk potensi sebagai agen antidiabetes.

Tim peneliti internasional menemukan senyawa kimia baru dalam kopi panggang yang dalam uji laboratorium menunjukkan aktivitas penghambat diabetes lebih kuat dibanding obat acarbose, salah satu obat diabetes yang umum digunakan.

Temuan ini dilaporkan oleh ilmuwan dari Kunming Institute of Botany, Chinese Academy of Sciences, dan dipublikasikan melalui portal sains internasional. Studi ini membuka perspektif baru tentang manfaat biologis kopi di luar kandungan kafein dan antioksidan yang selama ini dikenal.

Senyawa Kopi Menarget Enzim Pemicu Lonjakan Gula Darah

Fokus utama penelitian ini adalah enzim α-glucosidase, enzim pencernaan yang bertanggung jawab memecah karbohidrat menjadi gula sederhana. Aktivitas enzim ini berperan besar dalam lonjakan kadar gula darah setelah makan, terutama pada penderita diabetes tipe 2.

Dalam dunia medis, penghambatan α-glucosidase merupakan strategi yang sudah digunakan pada beberapa obat diabetes. Menariknya, tiga senyawa baru dari kopi panggang, yang dinamai caffaldehyde A, B, dan C, menunjukkan daya hambat enzim yang lebih kuat dibanding acarbose dalam pengujian laboratorium.

Uji Laboratorium Menjanjikan, belum Layak Konsumsi Medis

Kekuatan senyawa tersebut diukur menggunakan nilai IC₅₀, yaitu indikator konsentrasi minimum yang dibutuhkan untuk menghambat aktivitas enzim. Semakin rendah nilai IC₅₀, semakin kuat efek penghambatannya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa senyawa caffaldehyde memiliki nilai IC₅₀ lebih rendah dibanding acarbose, menjadikannya sangat menjanjikan secara ilmiah. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil ini masih sebatas uji laboratorium, dan belum diuji pada manusia. Karena itu, kopi belum bisa dianggap sebagai pengganti obat diabetes.

Kopi, Sumber Senyawa Bioaktif yang Kompleks

Penelitian ini juga menegaskan bahwa kopi merupakan minuman dengan kompleksitas kimia tinggi. Dengan memanfaatkan teknik kromatografi, NMR, dan spektrometri massa, para peneliti berhasil mengidentifikasi senyawa aktif yang sebelumnya tersembunyi dalam kopi panggang.

Media sains internasional menilai temuan ini sebagai langkah awal pengembangan makanan fungsional (functional food) atau nutraceutical berbasis kopi, bukan sebagai obat instan. Artinya, kopi diposisikan sebagai sumber senyawa bioaktif potensial, bukan terapi medis langsung.

Hubungan antara konsumsi kopi dan penurunan risiko diabetes tipe 2 sebenarnya telah lama diamati dalam studi epidemiologi. Namun, mekanisme biologisnya belum sepenuhnya dipahami. Penemuan senyawa caffaldehydes ini menjadi potongan penting dalam menjelaskan kaitan tersebut.

Meski kopi tidak otomatis menjadi obat diabetes, riset ini memperkuat posisinya sebagai objek penelitian serius di bidang kesehatan metabolik. Tahapan berikutnya mencakup uji pada hewan dan uji klinis pada manusia untuk memastikan keamanan, efektivitas, serta dosis yang relevan secara medis. (Science Daily/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya