Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Lima Mitos tentang Dampak Buruk Kopi Bagi Tubuh, Cek Faktanya

Despian Nurhidayat
09/11/2025 08:41
Lima Mitos tentang Dampak Buruk Kopi Bagi Tubuh, Cek Faktanya
Ilustrasi(Freepik.com)

KOPI telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup banyak orang di seluruh dunia. Dari pagi yang mengantuk hingga malam yang penuh tugas, secangkir kopi sering menjadi teman setia. Namun, di balik popularitasnya, banyak mitos yang beredar tentang dampak kopi bagi tubuh. 

Dilansir dari laman resmi Rumah Sakit JIH, berikut beberapa mitos tentang kopi:

  • Kopi Membuat Tubuh Dehidrasi

    Kopi memang memiliki sifat diuretik ringan, artinya dapat merangsang tubuh untuk buang air kecil. Namun, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah wajar tidak menyebabkan dehidrasi. Kandungan air dalam kopi tetap berkontribusi terhadap asupan cairan harian.

  • Kopi Buruk untuk Jantung

    Selama dikonsumsi dalam batas wajar (sekitar 3-4 cangkir per hari), kopi tidak berbahaya bagi kesehatan jantung. Bahkan, beberapa studi menyebutkan bahwa konsumsi kopi moderat dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Namun, bagi penderita hipertensi, tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi kopi secara rutin.

  • Kopi Menyebabkan Ketergantungan Parah

    Kopi mengandung kafein yang memang bersifat adiktif ringan, namun tidak menimbulkan ketergantungan berat seperti narkotika. Ketika seseorang berhenti minum kopi tiba-tiba, gejala seperti sakit kepala atau kelelahan mungkin muncul, tapi biasanya hanya berlangsung sementara.

  • Kopi Mengganggu Tidur

    Kafein memang dapat memengaruhi kualitas tidur, terutama jika dikonsumsi menjelang waktu tidur. Namun, sensitivitas terhadap kafein berbeda-beda pada tiap orang. Beberapa orang tetap bisa tidur nyenyak walau minum kopi sore hari, sementara yang lain lebih sensitif. Idealnya, hindari kopi 4-6 jam sebelum tidur.

  • Kopi tidak Baik untuk Pencernaan

    Kopi dapat merangsang produksi asam lambung, tapi tidak serta-merta merusak pencernaan. Bagi sebagian orang, terutama yang memiliki masalah lambung seperti GERD, kopi bisa memicu ketidaknyamanan. Namun, bagi banyak orang lainnya, kopi justru membantu memperlancar buang air besar.

Kopi bukanlah musuh bagi tubuh, melainkan minuman dengan banyak manfaat jika dikonsumsi secara bijak. Kandungan antioksidannya dapat membantu melindungi sel tubuh, dan kafeinnya dapat meningkatkan fokus serta energi. Namun, kuncinya tetap pada moderasi. Jangan lupa, tambahan gula dan krim berlebih justru bisa mengubah kopi sehat menjadi jebakan kalori. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya