Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENURUNAN angka kemiskinan sebesar 0,19% pada 2019 disebabkan antara lain oleh kebijakan Program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Menurut Menteri Sosial Juliari P Batubara, garis kemiskinan terbesar dipengaruhi oleh garis kemiskinan makanan.
"Ini menggembirakan. Di awal pemerintahan ini angka kemiskinan bisa turun sebesar 0,19% menjadi 9,22% pada September terhadap Maret 2019 dan menurun 0,44% terhadap September 2018," kata Mensos. Survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2018 menunjukkan komoditas beras menduduki peringkat pertama sebagai komoditas paling berpengaruh terhadap kemiskinan, yaitu 20,95% di perkotaan dan 26,79% di perdesaan. Kementerian Sosial akhirnya menaikkan indeks bantuan BPNT dari semula Rp110 ribu/KPM/bulan menjadi Rp150 ribu/KPM/bulan.
Dirjen Penanganan Fakir Miskin Andi ZA Dulung mengatakan Program Bantuan Pangan oleh Pemerintah mengalami perjalanan yang cukup panjang. "Hingga 2020 merupakan tahap evolusi VI, dimulai sejak 1997 dalam bentuk operasi pasar khusus (OPK)," jelas Andi.
Program OPK, dijelaskan Andi, berubah menjadi subsidi beras miskin (raskin) pada 2002. Bantuan raskin ini berupa 15 kg/KPM/bulan dengan biaya tebus Rp1.600/kg. Seiring berjalannya waktu, raskin berubah menjadi program subsidi beras sejahtera (rastra) pada 2016 dengan fokus sasaran pada masyarakat berpendapatan rendah.
Pada 2017, subsidi rastra bertransformasi menjadi bantuan pangan nontunai (BPNT). Bantuan pangan ini tidak lagi didistribusi dalam bentuk beras, tetapi nontunai, yakni melalui sistem perbankan kartu elektronik (KKS) yang diberikan langsung kepada KPM untuk dapat memperoleh beras dan/atau telur pada outlet khusus yang ditunjuk yaitu E-warong.
Pada 2018, subsidi rastra berubah menjadi bansos rastra dengan target 5,6 juta KPM dan BPNT 10 juta KPM. Pada 2020, Andi menyebut program BPNT diperluas manfaatnya menjadi program sembako. Ditegaskan program sembako merupakan amanat Presiden Jokowi yang harus dikawal ke seluruh Tanah Air. (Ifa/H-1)
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) terus mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan usaha sebesar Rp5 juta per keluarga terdampak bencana. Bantuan ini disalurkan melalui Pokja Pemberdayaan Pasca Bencana.
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan BNPB, TNI, Polri, BPBD dan Pemda terus mempercepat upaya distribusi bufferstock logistik,
SEKRETARIS Jenderal Kemensos Robben Rico mengatakan penerima BLT kesra sudah 85 persen dari target, sedangkan Menko Airlangga mengatakan sudah 26,2 juta orang menerima bantuan itu dari 35 juta
Kementerian Sosial memberikan atensi khusus terhadap penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, terutama di wilayah yang masih terisolasi seperti Aceh Tamiang.
Kemensos mendirikan 30 dapur umum yang menyediakan lebih dari 80 ribu porsi makanan per hari untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
MentanĀ Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved