Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyebutkan kebijakan ekspor benih lobster yang jadi polemik saat ini sama halnya dengan ekspor bijih nikel pada 2016 sampai akhir tahun ini.
Kata Edhy, meski akan ditutup pada 2020, keran ekspor nikel dibuka untuk menunggu perusahaan-perusahaan membuka membuat pabrik pengolahan komoditas. Hal itu sama dengan lobster sambil menunggu infrastruktur penangkarannya siap.
Pernyataan Edhy itu langsung direspon pendahulunya Susi Pudjiastuti.
"Nikel adalah SDA yg tidak renewable/ yg bisa habis. Lobster adalah SDA yang renewable, yang bisa terus ada & banyak kalau kita jaga!!!!! Menteri Edhy Samakan Kebijakan Ekspor Benih Lobster dengan Nikel," cicit Susi melalui akun Twitter @susipudjiastuti, Selasa (17/12).
Baca juga: Tanam Pohon, Pulihkan Ekosistem Kawah Ijen
Ditambahkan Susi, adalah tidak tepat menyederhanakan persoalan lobster dengan kebijakan nikel.
"Nikel itu benda mati tidak bisa beranak pianak diambil akan habis. Lobster itu mahluk hidup bernyawa, berkembang biak/ beranak pianak. Kita jaga habitat dan keberlanjutan bibit-bibitnya di alam pasti Lobster itu akan tetap ada, banyak sepanjang masa untk kita ambil, makan & jual," kata Susi.
Dalam logika Susi, pengelolaan SDA yang renewable secara instant extractive dan masif harus dilarang.
"Apalagi pengambilan plasmanutfahnya. Its A NO NO !! Sebelum tahun 2000-an Lobster ukuran >100 gram di Pangandaran & sekitarnya pada saat musim bisa 3 sd 5 Ton per hari. Sekarang 100 kg/hari saja tidak ada," kata Susi lagi.
Kondisi yang sama, kata dia, juga terjadi di Pelabuhan Ratu, Jogja Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatra Selatan, Sumatra bagian barat dan beberapa tempat lain.
"Dulu, 15 tahunan yang lalu, Lobster masih Min 300 sd 500 Kg bahkan Ton. Satu nelayan pancing bisa dapat 2 kg sd 5 kg/hari. Sekarang mereka hanya dapat 1 atau 2 ekor saja. Lobster telah berkurang banyak," ungkap Susi.
Susi mengambil contoh Australia, India, dan Cuba.
"Mereka yang ada Panulirus Hommarus mereka tidak ambil bibitnya, mereka ambil size tertentu saja. Australia min 1 pound & max size juga diatur. Yang besar bisa jadi indukan yang produktif. Mereka tidak budidayakan bibit, tidak ekspor bibit. Apakah krn mrk lebih bodoh dari kita?" pungkas Susi. (OL-2)
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Yayasan Pesisir Lestari (YPL) menegaskan penguatan ekonomi biru Indonesia harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem laut.
Komoditas ikan patin kini naik kelas, bukan sekadar ekspor, melainkan masuk ke rantai pasok pangan haji dan umrah dunia,
KKP memastikan ketersediaan ikan hasil budi daya aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Menteri KKP menjelaskan polemik anggaran kapal yang disebut sudah cair oleh Menkeu. Industri galangan belum terima order karena proses pengadaan masih berjalan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
MENTERI Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono merespons pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dana pembelian kapal.
Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Bangka Belitung berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster sebanyak 177.600 ekor senilai Rp35,5 miliar.
“Larangan ekspor terhadap benih lobster dilakukan guna mendorong budidaya lobster dalam negeri dan meningkatkan ekspor lobster untuk ukuran konsumsi.
"Ini merupakan hasil pengembangan atas aduan informasi yang kami terima pada tanggal 6 Juli 2022. Senin malam kemarin petugas menemukan kapal motor itu di Perairan Bunga Karang,"
Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama yang baik dan wujud sinergi komunitas Bandara Juanda.
PETUGAS gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 30.911 ekor baby lobster melalui Bandara Juanda Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
LOBSTER merupakan makanan primadona bagi pecinta kuliner seafood. Kandungan proteinnya yang tinggi berbanding lurus dengan harganya yang fantastis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved