Rabu 18 Mei 2022, 20:02 WIB

Bersinergi dengan Instansi Lainnya di Bandara Juanda, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 30.911 Benih Lobster

mediaindonesia.com | Ekonomi
Bersinergi dengan Instansi Lainnya di Bandara Juanda, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 30.911 Benih Lobster

DOK BEA CUKAI

 

BEA Cukai Juanda bersinergi dengan Satgaspam Lanudal Juanda, Pomal Lanudal Juanda, Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, BKIPM Surabaya I, PT Angkasa Pura I (Persero), serta Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya dalam menggagalkan upaya penyelundupan 30.911 ekor benih bening lobster (BBL). BBL ini akan diekspor ke Singapura melalui Terminal 2 Keberangkatan Internasional Bandara Juanda.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, Padmoyo Tri Wikanto dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (17/5) di Terminal 2 Bandara Juanda mengatakan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama yang baik dan wujud sinergi komunitas Bandara Juanda. 

Ia pun menjelaskan kronologi penggagalan penyelundupan BBL tersebut. "Penggagalan upaya penyelundupan ini berawal dari informasi intelijen yang kami terima bahwa akan ada pengiriman BBL yang berangkat dari Surabaya tujuan Singapura pada 12 Mei 2022 melalui Terminal 2 Keberangkatan Internasional Bandara Juanda. Petugas mencurigai penumpang berinisial ST dengan barang bawaan berupa koper dan tas ransel yang menjadi target operasi penyelundupan baby lobster. Penumpang tersebut merupakan penumpang pesawat Scoot Air TR263 tujuan Surabaya-Singapura."

Baca Juga: Jaga Keberlangsungan Ekspor, Bea Cukai Sigap Layani Pelaku Usaha Dalam Negeri

Padmoyo menyebutkan petugas segera melaksanakan pemeriksaan bersama atas barang tersebut dan mendapatkan 41 kantong BBL, dengan rincian sebanyak 23 kantong disembunyikan di dalam koper dan 18 kantong disembunyikan di dalam tas ransel, tanpa disertai dokumen resmi.

"Untuk memastikan jumlah dan jenis dari BBL tersebut, Bea Cukai menggelar pemeriksaan dan pencacahan bersama dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya I, dan mendapatkan BBL dengan jumlah total keseluruhan 30.911 ekor. Selanjutnya, kasus ini akan kami proses secara hukum lebih lanjut, sesuai prosedur yang berlaku terkait pelanggaran Undang-undang Kepabeanan," lanjut Padmoyo.

Kegiatan pengiriman BBL ini diduga melanggar pasal 102A Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan, dengan ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). Atas barang bukti berupa BBL telah diserahterimakan ke BKIPM Surabaya I untuk ditangani lebih lanjut.

“Berkaitan dengan tindak lanjut penanganannya, kami melakukan penyidikan dan sudah ditetapkan tersangkanya. Kami akan terus melaporkan perkembangan pemberkasannya dan akan mengajukannya ke Kejaksaan Negeri untuk mendapatkan persetujuan pemberkasan penyidikannya dan apabila sudah P21 akan dibawa ke Pengadilan," tutup Padmoyo. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara/Maulana Surya

Delegasi Amerika dan Rusia Hadir Secara Fisik pada TIIWG G20 Kedua di Surakarta 

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 05 Juli 2022, 22:31 WIB
Perwakilan delegasi G20 membahas reformasi WTO (World Trade Organization), arsitektur kesehatan global, dan  mendorong investasi...
Antara

Menteri ATR: Pendaftaran Tanah yang Berkualitas Dukung Kemudahan Usaha

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 05 Juli 2022, 22:09 WIB
Apabila tanah telah terdaftar, akan meminimalkan sengketa dan konflik pertanahan. Serta, membangun tata ruang lebih baik...
AFP/Karim Jaafar.

Shell Bergabung dengan Proyek Gas Raksasa Qatar

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 05 Juli 2022, 21:38 WIB
Gas Qatar ialah salah satu yang termurah untuk diproduksi dan memicu keajaiban ekonomi di kepulauan kecil itu. PDB per kapitanya tertinggi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya