Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERFILMAM Indonesia kini semakin menunjukkan geliatnya. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya deretan judul film-film baru karya anak bangsa yang ada di daftar tayangan bioskop.
Antusiasme masyarakat pun dinilai terbilang positif. Tidak sedikit diantara mereka telah menyadari bahwa kini perfilman Indonesia disinyalir mampu memperdalam pengetahuan mereka akan sesuatu hal yang baru termasuk mengenai kemajuan teknologi.
Untuk merespon perkembangan tersebut, Indodax sebagai marketplace aset digital terbesar di Indonesia menyadari pentingnya eksistensi komunitas film maker muda Indonesia untuk selalu dipelihara dan diberikan tempat agar mereka terus berkreasi.
Bertajuk 'Aset Masa Depan' sebagai sebuah tema, Indodax menyelenggarakan Indodax Short Film Festival 2019 (ISFF 2019).
Selaku CEO Indodax, Oscar Darmawan menyebutkan ISFF 2019 ditujukan tidak hanya sekedar sebagai wadah mengekspresikan diri terutama bagi para kaum millennial tetapi juga menjadi ajang untuk menambah kemunculan sinema pendek Indonesia yang lebih beragam, sehat, inspiratif, berdaya saing, dan edukatif.
"Perhelatan ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan industri kreatif di Indonesia di dunia perfilman dan sebagai apresiasi kepada para sineas perfilman Indonesia," kata Oscar di Jakarta, Senin (7/10).
Selain itu, ISFF 2019 ini juga akan melibatkan dua legenda perfilman Indonesia yang karyanya tidak lekang oleh waktu yaitu Fajar Nugros dan Goen Rock yang turut memeriahkan acara ini sebagai salah dua dewan juri.
Di sela-sela diskusi ringan, Fajar Nugros menceritakan bahwa di masa lalu sewaktu beliau bermimpi menjadi sutradara, salah satu kesulitan yang menjadi tantangan baginya adalah mencari ruang dan media untuk menunjukkan karya.
Namun, dengan banyaknya festival film pendek saat ini, salah satunya yang digelar Indodax adalah kesempatan besar untuk para filmmaker muda unjuk karya.
“Agar generasi muda sebagai aset masa depan tidak sekadar menjadi self-declared filmmaker, mereka juga berhak mendapatkan wadah untuk bisa berekspresi 'liar' di jalur yang benar, salah satunya adalah dengan mengikuti festival film Indodax Short Film Festival 2019. Disini mereka akan diuji untuk menjadi filmmaker berkompeten” ujar Goen Rock.
Dalam pelaksanaan perdananya, terdapat kegiatan Awarding Night yang berisikan serangkaian acara dan program seru dan kreatif yang dapat dinikmati oleh masyarakat seperti workshop, temu komunitas, penayangan beberapa film pendek dari peserta.
Di samping itu, sebagai salah satu agenda yang bertujuan menambah wawasan serta memicu ide baru dan kreativitas masyarakat, kegiatan ini rencananya akan digelar di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail pada l 9 Desember 2019.
Yang menarik, untuk memberikan tambahan insentif bagi para sineas, pergelaran ISFF 2019 ini akan ada total hadiah senilai Rp 100 juta menanti bagi empat kategori pemenang.(OL-09)
Lagu Sikilku Iso Muni dibawakan langsung oleh dua aktor utama film Na Willa, yakni Luisa Adreena dan Azamy Syauqi.
The King's Warden sendiri merupakan sebuah drama sejarah atau sageuk yang mengangkat kisah emosional Raja Danjong, raja keenam dari Dinasti Joseon yang penuh dengan intrik politik.
Leo Pictures perkenalkan 10 aktor baru hasil online casting untuk film Jangan Buang Ibu. Simak daftar pemain dan perjalanan sukses Saputra Kori di sini.
Rio Dewanto menegaskan bahwa Pelangi di Mars dirancang agar pesan dan ceritanya dapat dicerna dengan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Dalam film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir bertransformasi secara drastis untuk memerankan karakter Ristiana melalui tiga fase usia yang berbeda.
Bagi Reza Rahadian, bergabung dalam jagat sinema Suzzanna merupakan penantian yang cukup panjang.
Di tengah arus globalisasi, wisatawan tidak lagi hanya mencari hiburan, tetapi juga nilai dan makna dari destinasi yang dikunjungi.
Selain menjadi panggung budaya, festival ini juga melibatkan pelaku UMKM desa penyangga sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Kegiatan ini berlangsung 2 hari pada 24 - 25 Januari 2026 berlokasi di Ex Hanggar Teras Pancoran, Jakarta Selatan..
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Festival ini lahir bukan sebagai seremonial semata melainkan menjadi gerakan sosial yang dirancang sistematis, monumental, dan berkelanjutan.
Setiap aktivitas dirancang berdasarkan misi utama Facebook: menciptakan hubungan yang tulus dan kebersamaan penuh tawa yang lahir dari partisipasi para pengguna di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved