Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KESIGAPAN masyarakat yang tinggal di pesisir Selatan Pulau Jawa perlu ditingkatkan mengingat adanya potensi tsunami di wilayah tersebut. Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) memetakan bahwa ada 584 desa yang dihuni sekitar 600 ribu penduduk di Selatan Pulau Jawa yang masuk dalam daerah risiko tinggi tsunami.
"Tanpa adanya kesiapsiagaan dan mitigasi, kalau terjadi tsunami di Selatan Pulau Jawa, diprediksi menelan korban yang tidak sedikit," ujar Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB Liliek Kurniawan dalam acara temu media mengenai Ekspedisi Desa Tangguh Bencana di Graha BNPB, Jakarta, pada Rabu (10/7).
BNPB akan mengadakan ekspedisi Desa Tangguh Bencana di Selatan Pulau Jawa selama 34 hari, mulai 11 Juli. Ekspedisi tersebut melibatkan lintas sektor termasuk pemerintah daerah, perguruan tinggi, akademisi, organisasi masyarakat, perusahaan, dan media.
Tujuan dari ekspedisi guna memotret kesiapsigaan masyarakat termasuk aparat desa apabila bencana tsunami terjadi, termasuk menggali lebih dalam kearifan lokal yang dimiliki masyarakat dalam memitigasi bencana dan infastruktur yang tersedia, seperti alat deteksi dini tsunami, sirine, shelter untuk berlindung dari tsunami, dan rambu-rambu peringatan.
Liliek menuturkan peristiwa tsunami di Selat Sunda, Banten, pada Desember 2018 lalu menjadi pelajaran kurangnya kesiapan masyarakat menghadapi tsunami di Selatan Jawa. "Kami juga akan memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat potensi bencana apa saja yang ada di wilayah mereka," imbuh Liliek.
Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai mitigasi kebencanaan diakui oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menuturkan kebanyakan masyarakat belum memahami peringatan tsunami yang diberikan BMKG.
Ia menyontohkan ketika ada gempa bumi kemudian BMKG mengeluarkan peringatan level waspada tsunami, kerap kali disalahartikan oleh masyarakat di sekitar pantai agar melakukan evakuasi. Waspada tsunami, terang Rahmat berarti masyarakat dihimbau untuk menjauhi daerah pantai.
"Kalau sudah pada level awas baru dilakukan evakuasi secara menyeluruh," tuturnya. (A-2)
Masyarakat NTT diminta tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu gempa dan tsunami yang beredar beberapa hari terakhir.
Dia menyebut informasi tersebut merupakan paparan peta bahaya wilayah Indonesia saat ini. BMKG selalu membuat potensi bencana dari ringan hingga terburuk.
Kabupaten Serang, Provinsi Banten, memiliki potensi risiko bencana tsunami mulai level sedang hingga tinggi.
Tanaman Butun, keben atau dikenal juga dengan putat laut ini pernah mendapat predikat sebagai Pohon Perdamaian di masa Bapak Presiden Soeharto.
Letak geografis Indonesia di pertemuan tiga lempeng, yaitu Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik menyebabkan Indonesia rawan mengalami gempa yang dapat memicu tsunami.
Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng.
Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik pada pukul 10.05 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya kemungkinan terjadinya tsunami danau di kawasan Danau Maninjau.
BMKG menyatakan gempa bumi magnitudo 4,7 yang berpusat di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, tidak berpotensi tsunami.
Bencana dahsyat tsunami 26 Desember 2004 silam mengajarkan para penakluk Samudera itu untuk lebih kuat, sabar dan teguh seperti karang dihempas gelombang.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Pantai Selatan Bengkulu Utara, Bengkulu, pada Sabtu (27/12).
Peneliti mendeteksi sinyal seismik aneh akibat proses beku-cair batuan di Alaska. Penemuan ini menjadi kunci peringatan dini potensi tsunami dahsyat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved