Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Palari Films Rayakan 10 Tahun dengan 7 Film Baru, Ada Album Menari dengan Bayangan Hindia

Fathurrozak
04/4/2026 22:35
Palari Films Rayakan 10 Tahun dengan 7 Film Baru, Ada Album Menari dengan Bayangan Hindia
Ilustrasi(MI/FATHURROZAK)

RUMAH produksi Palari Films merayakan 10 tahun perjalanan mereka di industri perfilman Indonesia. Rumah produksi yang didirikan produser Meiske Taurisia, Muhammad Zaidy, dan sutradara Edwin tersebut memperkenalkan tujuh judul film baru yang akan tayang dan diproduksi.

Ketujuh film tersebut adalah Monster Pabrik Rambut, Desember Jani, Baju Tebal, I Wanna Dance with Myself, Goldfish, dan Strange Root. 

Dari ketujuh judul tersebut, film yang akan lebih dulu tayang adalah Monster Pabrik Rambut garapan Edwin, pada 7 Juni 2026 di bioskop Indonesia. Sebelumnya, film ini tayang perdana (world premiere) di Berlinale 2026. Film ini dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev.

Film Desember Jani akan menjadi all women project, yang diproduseri, ditulis, disutradarai, dan dibintangi oleh semuanya perempuan. Film ini menjadi debut film panjang sutradara Ariani Darmawan, yang telah hiatus lama. Dibintangi oleh Chempa Putri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan Hyori Mika.

Palari juga bakal mendukung film panjang debut dari dua sutradara asal Makassar, Khozy Rizal lewat I Wanna Dance with Myself dan Aditya Ahmad lewat Goldfish.

Sebagai rumah produksi yang juga kerap berko-produksi internasional, tahun ini Palari juga mengumumkan ko-produksi mereka dengan Singapura, Jerman, Belanda, dan Filipina lewat film Strange Root yang digarap duo sutradara Singapura Lam Li Shuen dan Mark Chua.

Salah satu yang paling menarik dari tujuh proyek film terbaru Palari Films adalah adaptasi album debut Hindia (Baskara Putra), Menari dengan Bayangan. Album tersebut akan diadaptasi ke film panjang berjudul sama, dengan sutradara Edwin. Baskara Putra digandeng sebagai produser eksekutif.

“Sepuluh tahun dan setiap cerita yang menemukan jalannya. Kami menoleh ke belakang sebelum melangkah maju, menghormati semua yang membuat dekade ini berarti. Peta ini ada karena tangan-tangan yang menggambarnya bersama kami. Kini, Palari Films berlayar menuju cakrawala yang lebih luas,” ujar produser dan Co-Founder Palari Films Muhammad Zaidy, Kamis, (2/4).

Sebelumnya, Palari Films telah memproduksi 10 karya baik film panjang, antologi film pendek, dan serial. Dimulai dengan film Posesif garapan Edwin yang berhasil memenangkan 3 Piala Citra FFI 2017 untuk Sutradara Terbaik (Edwin), Pemeran Utama Perempuan Terbaik (Putri Marino), dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Yayu Unru).

Palari juga memenangkan Golden Leopard, penghargaan utama di Locarno Film Festival melalui film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Kemenangan tersebut menjadi catatan apik bagi perfilman Indonesia, sebagai film Indonesia yang pertama kali memenangkan penghargaan utama di festival film internasional. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya