Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DONNY Alamsyah bersiap tampil dalam film terbaru berjudul The Hostage's Hero, sebuah film bergenre drama aksi militer yang mengangkat kisah nyata TNI AL dalam operasi pembebasan sandera di Selat Malaka tahun 2004.
Memerankan karakter Letkol Taufiq dalam Film, Donny mengaku banyak pengalaman baru yang dirasakannya sepanjang proses syuting, termasuk pengalaman naik kapal fregat (kapal perang) milik TNI AL. Baginya, itu merupakan pengalaman yang tak terlupakan.
"Itu buat saya adalah sebuah pengalaman yang membanggakan sekaligus juga pengalaman yang berharga ya karena saya duduk dan mengkomandani sebuah unit tempur yang besar dan dahsyat gitu," kata Donny Alamsyah dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (2/3).
Film The Hostage's Hero mengambil kisah kepemimpinan (saat itu) Letkol Taufiq, perwira TNI Angkatan Laut yang cerdas dan berani, dalam merancang strategi pembebasan 36 sandera di Selat Malaka.
Letkol Taufiq dan timnya di KRI Karel Satsuitubun-356 berpacu dengan waktu dan gelombang laut yang ganas untuk meluncurkan serangan mendadak demi membawa pulang para sandera dengan selamat. Menghadirkan ketegangan di atas kapal MT Pematang yang dikuasai oleh perompak bersenjata.
Film The Hostage's Hero dibintangi oleh Donny Alamsyah, Rifky Balweel, Asri Welas, Bang Tigor, Aditya Herpavi, Chocky Sitohang, Ritassya Wellgreat, dan Brata Santoso.
Medium Memperluas Sejarah
Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut (Kadisjarahal) Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady Arsanta Wardhana menambahkan film menjadi medium yang tepat untuk menyebarluaskan sejarah. Terlebih cerita The Hostage's Hero diambil langsung dari kisah nyata pembebasan 36 sandera MT Pematang di Selat Malaka pada tahun 2004.
Peristiwa bersejarah itu menjadi pengingat bagaimana armada laut Indonesia harus berjuang melawan segala keterbatasan demi menjaga perairan Tanah Air. "Peran media film itu penting untuk saat ini namun lebih kepada media publikasi menyebarluaskan sejarah dengan lebih fleksibel," kata Wira Hady
Rencana film selanjutnya
Setelah perilisan The Hostage's Hero, Wira Hady mengatakan TNI AL masih memiliki rencana untuk membuat film lain. Ada beberapa peristiwa bersejarah lain yang menarik untuk diangkat ke medium audiovisual.
"Sebenarnya media film dalam mempublikasikan sejarah itu sangat efektif dan lebih mudah dipahami sehingga Disjarahal masih memiliki rencana untuk mengangkat sejarah dengan menggunakan media film," kata Wira Hady. "Karena banyak sekali sejarah TNI AL dan sejarah maritim Nusantara yang perlu diketahui publik," lanjutnya.
Namun Dinas Sejarah Angkatan Laut (Disjarahal) harus berkoordinasi dengan pihak lain untuk menggarap cerita menarik lainnya. Adapun The Hostage's Hero dijadwalkan tayang di bioskop mulai hari ini, Kamis (2/4).
(H-3)
Kisah nyata pembebasan 36 sandera di Selat Malaka yang penuh ketegangan diangkat ke layar lebar dengan judul The Hostage's Hero.
Film The Hostage's Hero bentuk penghormatan sekaligus dokumentasi terhadap peristiwa heroik operasi pembebasan 36 orang sandera kapal MT Pematang oleh prajurit KRI KST-356 pada 2004.
Rania Putrisari ungkap tantangan perankan ibu hamil penuh tekanan di film Tumbal Darah, sedangkan Donny Alamsyah dalami karakter dokter yang terjebak ritual gelap.
Film horor berjudul Sengkolo Malam Satu Suro produksi MVP Pictures yang tayang 20 Juni 2024 di jaringan bioskop.
Donny Alamsyah menuturkan memandikan jenazah telah memberinya alasan sebagai seorang manusia betapa pentingnya meninggal dalam keadaan bersih sebelum dikuburkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved