Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH menempuh perjalanan panjang di lebih dari 30 festival film internasional, film panjang perdana sutradara Tumpal Tampubolon, Crocodile Tears, akhirnya dijadwalkan menyapa penonton Indonesia mulai 7 Mei 2026.
Film ini membawa prestasi gemilang sebelum kepulangannya ke tanah air. Sejak melakukan tayangan perdana dunia (world premiere) di Toronto International Film Festival 2024, Crocodile Tears telah diputar di ajang bergengsi lainnya seperti BFI London Film Festival, Adelaide Film Festival, hingga Torino Film Festival.
Di kancah regional, film ini meraih Direction Award dan Nongshim Award pada Jakarta Film Week 2025, serta membawa pulang penghargaan Skenario Terbaik di Asian Film Festival Barcelona 2025.
Lahir dari tangan dingin Tumpal Tampubolon, ide cerita ini muncul secara organik setelah ia menyaksikan sebuah tayangan dokumenter alam liar. Tumpal mengaku terenyuh sekaligus ngeri melihat cara buaya melindungi keturunannya.
"Tayangan dokumenter di TV itu memperlihatkan seekor buaya betina yang menaruh anak-anaknya di dalam rahangnya. Ada sesuatu yang menakutkan sekaligus lembut dalam tindakan buaya itu," ujar Tumpal Tampubolon, dikutip Rabu (18/3).
Visual induk buaya yang menjepit anak-anaknya di antara deretan gigi tajam demi melindunginya dari pemangsa menjadi metafora utama dalam film ini. Tumpal mencoba mengeksplorasi sisi gelap dari kasih sayang yang berlebihan.
"Bagaimana sesuatu yang lahir dari cinta bisa berubah menjadi beban, dan mengapa hubungan yang seharusnya melindungi justru bisa terasa menyesakkan," tambahnya.
Diproduksi oleh Mandy Marahimin dengan dukungan Kementerian Kebudayaan RI, Crocodile Tears berfokus pada dinamika hubungan antara Johan (Yusuf Mahardika) dan Mama (Marissa Anita). Keduanya tinggal di sebuah taman buaya yang sudah usang dan terisolasi.
Kehidupan Johan yang selama bertahun-tahun berada di bawah pengawasan ketat ibunya mulai goyah saat ia mengenal Arumi (Zulfa Maharani). Ketidaksukaan Mama terhadap kehadiran Arumi memicu perubahan sikap yang ganjil dan penuh tekanan.
Film ini menjanjikan perpaduan unik antara realisme magis dan teror psikologis yang mendalam.
Meski ini merupakan debut film panjangnya, nama Tumpal Tampubolon bukan orang baru di industri film.
Ia memulai kariernya lewat skenario pendek The Last Believer yang menang di JiFFest 2005. Sejak itu, ia aktif mengikuti berbagai program pengembangan internasional seperti Berlinale Talent Campus dan Asian Film Academy.
Sebelum Crocodile Tears, Tumpal sukses besar lewat film pendek Laut Memanggilku. Karya tersebut berhasil memenangi Sonje Award di Busan International Film Festival 2021 dan dinobatkan sebagai Film Cerita Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2021. (Ant/Z-1)
Minat pada film nasional terus bertumbuh, pada 2025 dari 130 juta tiket bioskop yang terjual, sebanyak 60% di antaranya merupakan karya sineas lokal.
Berlatar di sebuah apartemen mewah di New York City, film They Will Kill You mengikuti kisah Asia (Zazie Beetz), seorang mantan narapidana yang mencoba menata ulang hidupnya.
Maudy Ayunda membawakan dua lagu sekaligus untuk soundtrack Para Perasuk yaitu Aku yang Engkau Cari dan Di Tepi Lamunan di bawah arahan produser musik Lafa Pratomo.
Meski proses aplikasi riasan memakan waktu, Angga Yunanda menyebut tantangan terberat justru muncul saat proses pembersihan setelah syuting selesai.
Kisah nyata pembebasan 36 sandera di Selat Malaka yang penuh ketegangan diangkat ke layar lebar dengan judul The Hostage's Hero.
Tim produksi menemukan bahwa Uluwatu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang refleksi yang menawarkan keseimbangan antara kemewahan dan spiritualitas alam.
Film Yohanna tayang 9 April 2026, kisah biarawati di Sumba hadapi kemiskinan, korupsi, dan krisis iman. Dibintangi Laura Basuki, pemenang Best Actress.
Jaringan ritel Alfamart kembali menghadirkan inovasi terbaru yang unik dengan memperkenalkan fasilitas micro cinema atau bioskop mini di dalam gerai.
MINAT pada film nasional terus bertumbuh, pada 2025 dari 130 juta tiket bioskop yang terjual, sebanyak 60% di antaranya merupakan karya sineas lokal.
Film Ikatan Darah yang disutradarai oleh Sidharta Tata ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 30 April 2026.
Akses terhadap hiburan berkualitas masih menjadi tantangan di Indonesia. Data menunjukkan hanya sekitar 21,7% penduduk yang memiliki akses langsung ke bioskop.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved