Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PROSES pengalihwahan karya sastra ke medium film menuntut kompromi kreatif yang tidak mudah. Bagi penulis novel Laut Bercerita, Leila S Chudori, tantangan terbesar bukanlah sekadar memindahkan teks ke layar, melainkan keberanian untuk merelakan bagian-bagian cerita demi keutuhan kualitas film.
Dalam konferensi pers peluncuran teaser pertama film Laut Bercerita di Jakarta, Selasa (24/2) lalu,
Leila mengakui bahwa ia harus bersikap ikhlas saat sejumlah adegan yang ia cintai dalam bukunya terpaksa dihilangkan.
Baginya, arahan dari sang sutradara dan penulis skenario, Yosep Anggi Noen, menjadi pegangan penting selama proses adaptasi.
"Saya selalu ingat kalimat pertama mas Anggi (penulis skenario). Kita harus ikhlas ya sama adegan-adegan yang mungkin kita enggak bisa masukin padahal kita sayang sama adegan itu," ujar Leila.
Berbekal latar belakang pengalamannya sebagai penulis ulasan film di majalah Tempo selama dua tahun, Leila menyadari bahwa kesetiaan buta terhadap alur novel justru dapat merusak kualitas sebuah film.
Ia berpendapat bahwa saat sebuah buku diadaptasi menjadi skenario, penulis harus berani melepaskan ikatan pada halaman demi halaman novel aslinya.
"Saya sendiri seorang penulis review film di Tempo selama dua tahun, dan saya tahu betul bahwa ketika ini mau diangkat film dan saya bersama mas Andi sama-sama menulis itu, bukunya memang harus kita singkirkan. Kita hanya mengambil jiwanya dan pilar-pilarnya tapi kita tidak mungkin mengikuti halaman demi halaman karena itu akan menjadi film yang buruk," tegasnya.
Namun, pemangkasan tersebut bukan berarti menghilangkan esensi cerita. Leila justru melihat adaptasi sebagai peluang untuk memperkaya narasi. Beberapa detail cerita yang dalam novel hanya tersirat atau kurang dijelaskan, kini dikembangkan secara lebih mendalam melalui pendekatan audiovisual.
Hal ini diwujudkan melalui diskusi intensif dan rangkaian revisi naskah yang dilakukan Leila bersama Anggi Noen untuk memastikan pilar utama cerita, yakni persahabatan di tengah perjuangan kemanusiaan aktivis era 90-an, tetap terjaga kekuatannya.
Dengan tetap mengedepankan bingkai-bingkai utama cerita namun memberikan ruang interpretasi baru melalui medium film, Leila berharap adaptasi ini mampu memberikan konteks yang apik bagi penonton. (Ant/Z-1)
Konten dari Jepang, Korea, dan India kini telah bertransformasi menjadi kekuatan budaya yang signifikan dalam hiburan global.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan lagu Cicak-cicak di Dinding bukanlah sekadar pemanis, melainkan cerminan perilaku entitas hantu di dalam film Ghost in the Cell.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Film dokumenter Tanah Batuah merekam kehidupan masyarakat Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan di tengah perkembangan industri.
Film Marty Supreme mengisahkan perjalanan Marty Mauser (Timothee Chalamet) , seorang pemuda ambisius dengan mimpi besar yang terus diremehkan oleh lingkungannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved