Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM dunia anime olahraga, sangat sedikit rivalitas yang memiliki kedalaman emosional dan sejarah sepanjang hubungan antara SMA Karasuno dan SMA Nekoma dalam seri Haikyuu!!. Dikenal dengan sebutan Gomi Suteba no Kessen atau Pertempuran di Tempat Sampah, rivalitas ini bukan sekadar tentang siapa yang lebih kuat di lapangan voli, melainkan tentang janji yang tertunda selama puluhan tahun.
Rivalitas ini tidak dimulai dari generasi Hinata Shoyo dan Kageyama Tobio. Akar dari persaingan ini bermula dari hubungan persahabatan sekaligus persaingan antara pelatih legendaris masing-masing tim, yaitu Ikkei Ukai dari Karasuno dan Yasufumi Nekomata dari Nekoma.
Sejak masa muda mereka, kedua pelatih ini selalu bermimpi untuk bertemu di panggung tertinggi, yaitu Kejuaraan Nasional. Namun, takdir selalu berkata lain. Meskipun mereka sering melakukan pertandingan latihan, Karasuno dan Nekoma tidak pernah berhasil bertemu di turnamen resmi tingkat nasional karena salah satu dari mereka biasanya gugur lebih awal. Persaingan ini kemudian diwariskan kepada murid-murid mereka, menciptakan aura pertandingan yang selalu dinantikan.
Nama "Gomi Suteba no Kessen" diambil dari representasi hewan maskot kedua sekolah: Gagak (Karasuno) dan Kucing (Nekoma), yang sering terlihat "bertemu" di tempat pembuangan sampah di lingkungan perkotaan Jepang.
Sepanjang cerita Haikyuu!!, kedua tim ini tercatat bertemu dalam beberapa fase penting yang menunjukkan perkembangan kekuatan masing-masing.
| Pertemuan | Pemenang | Pemain Terbaik |
|---|---|---|
| Latihan Golden Week | SMA Nekoma | Kozume Kenma |
| Kamp Pelatihan Tokyo | SMA Nekoma | Tetsuro Kuroo |
| Kejuaraan Nasional | SMA Karasuno | Shoyo Hinata |
Ini adalah pertemuan pertama bagi generasi Hinata. Pertandingan ini berlangsung di markas Nekoma. Nekoma menang telak dalam semua set latihan. Kozume Kenma menjadi pemain paling menonjol karena kemampuannya membedah serangan cepat Kageyama dan Hinata hanya dalam waktu singkat.
Karasuno bergabung dengan grup elit untuk berlatih bersama Nekoma, Shinzen, dan Ubugawa. Di sini, Nekoma masih mendominasi sebagian besar set melawan Karasuno. Tetsuro Kuroo menunjukkan kelasnya sebagai Master of Blocking, sekaligus menjadi sosok mentor yang mengubah gaya bermain Tsukishima Kei.
Inilah puncak dari segala rivalitas. Pertandingan ini terjadi di babak ketiga turnamen nasional. Karasuno akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. Shoyo Hinata menjadi bintang utama setelah berhasil keluar dari strategi "sangkar" yang dibuat oleh Kenma.
Sebagai setter, Kenma adalah jantung pertahanan Nekoma. Ia tidak mengandalkan kekuatan fisik, melainkan observasi. Strateginya untuk "menjinakkan" Hinata di tingkat nasional dianggap sebagai salah satu taktik paling cerdas dalam sejarah Haikyuu!!.
Hinata adalah simbol evolusi Karasuno. Dalam rivalitas ini, ia belajar bahwa voli bukan hanya soal memukul bola, tapi juga soal kesabaran. Keberhasilannya melakukan 'Open Toss' saat melawan Nekoma menandai transformasinya menjadi pemain yang lengkap.
Rivalitas Karasuno vs Nekoma adalah bukti bahwa kompetisi terbaik lahir dari rasa hormat yang mendalam. Pertempuran di Tempat Sampah bukan sekadar mencari siapa yang menang, tetapi merayakan pertumbuhan setiap pemain yang terlibat di dalamnya. (Z-4)
Mereka adalah ahli dalam Ground Defense. Namun, dalam voli modern yang digambarkan Haruichi Furudate, pertahanan sejati dimulai dari net. Di sinilah Kamomedai berkuasa.
Kemenangan Karasuno atas Nekoma bukan hanya tiket ke babak perempat final (di mana mereka kemudian menghadapi Kamomedai), tetapi juga penutup janji Pelatih Ukai dan Pelatih Nekomata.
Pertemuan kembali terjadi di babak kedua turnamen Musim Semi (Spring High). Di sinilah Karasuno akhirnya berhasil meraih kemenangan lewat pertandingan dua set yang dramatis (25-19, 25-22).
Meskipun memiliki postur tubuh yang hampir serupa, keduanya memiliki pendekatan yang sangat berbeda terhadap olahraga voli.
Mereka adalah ahli dalam Ground Defense. Namun, dalam voli modern yang digambarkan Haruichi Furudate, pertahanan sejati dimulai dari net. Di sinilah Kamomedai berkuasa.
Kemenangan Karasuno atas Nekoma bukan hanya tiket ke babak perempat final (di mana mereka kemudian menghadapi Kamomedai), tetapi juga penutup janji Pelatih Ukai dan Pelatih Nekomata.
Kombinasi antara bakat mentah Hinata-Kageyama, pertahanan besi Daichi-Nishinoya, dan kecerdasan Tsukishima menjadikan Karasuno tim yang unik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved