Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI para penggemar serial anime Haikyuu!!, Turnamen Musim Semi (Spring High) atau Haruko adalah puncak dari segala perjuangan Hinata Shoyo dan Kageyama Tobio bersama SMA Karasuno. Pertanyaannya, setelah mengalahkan raksasa seperti Inarizaki dan rival abadi Nekoma, siapakah yang akhirnya mengangkat piala di tingkat nasional? Apakah SMA Karasuno, atau justru tim yang dipimpin oleh si "Burung Hantu" Bokuto Koutaro?
Turnamen Musim Semi adalah kompetisi bola voli tingkat SMA paling bergengsi di Jepang. Dalam semesta Haikyuu!!, turnamen ini diadakan di Tokyo Metropolitan Gymnasium dan mempertemukan tim-tim terbaik dari seluruh prefektur di Jepang.
Berbeda dengan turnamen Inter-High yang diadakan di musim panas, Spring High memiliki prestise yang lebih tinggi karena menjadi panggung terakhir bagi para siswa kelas 3 sebelum mereka lulus.
Sebelum masuk ke jawaban siapa juaranya, kita perlu memetakan sekolah-sekolah "Monster" yang menjadi kandidat kuat juara saat itu:
Banyak penonton anime yang mengira Karasuno akan menjadi juara. Namun, berdasarkan versi manga (sumber asli), perjalanan Karasuno terhenti di babak perempat final setelah kalah dramatis dari Kamomedai High.
Lantas, siapa yang melaju hingga final dan menjadi juara? Jawabannya adalah SMA Ichibayashi. Nama sekolah ini mungkin terdengar asing bagi penonton anime karena mereka tidak mendapatkan sorotan besar di awal cerita. Namun, SMA Ichibayashi adalah tim "pembunuh raksasa" yang sebenarnya di turnamen tersebut.
Di babak final, SMA Ichibayashi berhadapan dengan Fukurodani Academy. Bokuto Koutaro yang sedang dalam performa terbaiknya (mode "God") berhasil membawa Fukurodani hingga partai puncak. Namun, SMA Ichibayashi berhasil meredam ledakan Bokuto dan menang dengan skor ketat, menjadikan mereka Juara Turnamen Musim Semi.
Fukurodani harus puas menjadi Runner-up nasional, sebuah pencapaian luar biasa bagi Bokuto dan kawan-kawannya di tahun terakhir mereka.
Meskipun Itachiyama adalah favorit juara, mereka tersingkir di babak perempat final karena cedera yang dialami setter utama mereka, Iizuna Tsukasa.
Meskipun detail pertandingannya tidak digambarkan secara penuh oleh Haruichi Furudate (sang kreator), Ichibayashi diketahui memiliki pertahanan dan mentalitas yang sangat stabil. Sebelum mengalahkan Fukurodani di final, mereka juga berhasil menumbangkan unggulan utama, Itachiyama Institute, di babak sebelumnya.
| Posisi | Nama Sekolah |
|---|---|
| Juara 1 (Gold) | SMA Ichibayashi |
| Juara 2 (Silver) | Akademi Fukurodani |
| Top 4 (Semifinal) | Kamomedai & Inubushi Higashi |
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved